Inovasi demi Energi untuk Negeri

Infobekasi.co.id – Kerja keras Udin Nuryadin bersama timnya di Pertamina EP Asset 3 Tambun Field selama tiga bulan berbuah manis. Tim ini berhasil menciptakan sebuah alat untuk mendorong kinerja Electrical Submersible Pump (ESP) dalam memproduksi gas.

Nama alat itu Minicomp Gasthumb. Cara kerjanya adalah menghisap gas yang teranulir dari sumur-sumur ESP lalu memproduksikannya sebagai tambahan produksi gas di Tambun Field.

“Ada tambahan produksi mencapai 0.4 mmscfd (Million Standard Cubic Feet per Day) dari inovasi ini,” ucap Udin Nuryadin, pekerja di Pertamina EP Asset 3 Tambun Field ketika berbincang dengan infobekasi.co.id, Kamis (28/10/2021).

Minicomp Gasthumb dibuat pada Januari 2021. Adapun idenya muncul sejak April 2020. Inovasi ini dibuat setelah ada masalah pada ESP karena gas lock, sehingga menyebabkan down time. Untuk mengamankan ESP, pihaknya harus melakukan flaring atau pembakaran gas di lokasi. Artinya ada energi terbuang sia-sia.

Identifikasi masalah selesai, lalu dibuat desain dan simulasi Minicomp Gasthumb. Hasilnya memuaskan. Pekerjaan inovasi berlanjut ke pembuatan fisik. Proses pengerjaannya membutuhkan waktu selama tiga bulan. Pertama kali diujicoba pada April mengalami masalah. Tim segera mencari sumbernya. Rupanya, error terjadi pada kelistrikan.

“Trial dan error cuma satu kali, April itu langsung go,” kata pria 40 tahun ini.

Ia menuturkan, komponen paling berperan di dalam Minicomp Gasthumb yaitu adan engine diesel bekas pompa yang sudah tidak terpakai, kemudian dimodifikasi dengan rangkaian pompa elmot untuk kompressi.

“Sekarang sudah efektif dan berfungsi dengan baik,” kata pria yang tinggal di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi ini.

Sekarang produksi gas dari 37 sumur di wilayah kerja Pertamina EP Asset 3 Tambun Field mencapai 28.11 mmscfd. Sumber produksi sumur ESP dan sumur natural flow yang berada di Kabupaten Bekasi dan Karawang.

Gas produksi Pertamina EP Asset 3 Tambun Field langsung didistribusikan kepada pelanggannya. Antara lain PT PJB Muara Tawar, PT BBWM (BUMD) Kabupaten Bekasi, PT Pertagas (Tegalgede) dan LPG Plant PT Yudistira. Gas diolah lagi menjadi beragam produk turunannya.

Pertamina EP bertugas eksplorasi dan produksi minyak-gas. Udin menuturkan, inovasi bagian dari tuntutan perusahaan. Apalagi, Pertamina merupakan perusahaan milik Negara yang ditugasi menjaga keberlangsungan kebutuhan energi di dalam negeri.

“Sebagai pekerja Pertamina, kami dituntut untuk tetap professional dalam menjalankan pekerjaan, dengan pedoman standard operation prosedure (SOP) yang dibuat oleh perusahaan, guna tercapainya nilai produksi yang ditargetkan, dan mendukung kebutuhan energi untuk Bangsa,” kata Udin.

Udin Nuryadin. Dokumen Pribadi

Dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 tahun pada Desember 2020, Pertamina meluncurkan moto Energizing You. Artinya, memberi energi pada Anda, dimana Pertamina selalu berusaha untuk melayani masyarakat dan memberikan energinya untuk kepentingan bangsa Indonesia.

Dalam memenuhi kebutuhan energi dari hulu, kata Udin, tidak selalu berjalan mulus. Pernah suatu ketika terjadi line leaking atau kebocoran, pada sumber produksi. Sehingga tim melakukan pemindahan aliran yang menyebabkan ada akumulasi pressure pada jaringan line produksi. Imbasnya menurunnya produksi.

“Namun teman-teman dari fungsi lain sigap untuk melaksanakan perbaikan demi tetap fokus kepada terselamatkannya nilai produksi pada target. Maka kerja sama adalah kunci dari keberhasilan penyelamatan produksi itu sendiri,” kata Udin.

Menjaga Keberlangsungan Industri

PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM), salah satu perusahaan yang mendapatkan distribusi gas alam dari Pertamina EP Asset 3 Tambun Field. Gas disalurkan ke kilang LPG BBWM lalu diproduksi menjadi Elpiji dan Kondensat.

“Hasil produksi elpiji dan kondensat diserap oleh konsumen industri di area Jabodetabek untuk berbagai kebutuhan,” kata Direktur Utama PT BBWM, Prananto Sukodjatmoko.

Pekerja PT BBWM di Kilang LPG. Dok. Perusahaan

Lebih dari 20 tahun, PT BBWM yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi pelanggan Pertamina EP. Perusahaan ini memiliki Kilang LPG di Babelan.

“Dari sini kami dapat membantu kebutuhan suplly elpiji bagi industri di Jabodetabek dan Indonesia yang masih membutuhkan energi,” kata Prananto.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Kabupaten Bekasi Sutomo mengatakan, gas adalah salah satu energi untuk mendukung produktifitas perusahaan di wilayahnya. Ada beberapa perusahaan baik swasta maupun milik pemerintah yang menjadi pemasok untuk memenuhi kebutuhan industri.

“Gas untuk mendukung kegiatan produksi,” katanya dalam sebuah kesempatan.

Ia menyebut, aktivitas industri kembali bergeliat setelah lesu dihantam Pandemi Covid 19. Paling terdampak, ketika diputuskan pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus corona. Sekarang berangsur normal, apalagi mayoritas karyawan telah menerima vaksin.

“Kondisi ini diharapkan mampu memberi energi positif bagi pencari kerja lokal Kabupaten Bekasi terutama mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta angkatan kerja baru yang terkena dampak pandemi virus corona,” kata Sutomo.

Keluarga Kecil Bahagia

Krisjulianto, 30 tahun, hatinya sedang berbunga-bunga. Ini setelah kelahiran anak keduanya pada 25 Oktober lalu. Kris adalah karyawan di sebuah perusahaan manufactur di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Perusahaannya, memanfaatkan gas untuk mendukung produksinya.

“Alhamdulillah, pekerjaan lancar. Kebutuhan di rumah juga bisa terpenuhi,” kata warga Rawalumbu, Kota Bekasi ini.

Kris hampir tiga tahun bekerja untuk perusahaan manufactur. Setiap bulan menerima gaji di atas Rp 5 juta, lebih dari nilai upah minimum Kabupaten Bekasi sebesar Rp 4,7 juta/bulan. Ia sempat dirumahkan selama sebulan menyusul ada kebijakan PSBB tahun lalu.

“Dirumahkan sebentar, kemudian pabrik aktivitas normal lagi dengan protokol kesehatan ketat,” kata pria yang sudah dua kali menerima vaksin Covid 19 ini. (adi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini