Wali Kota Bekasi Minta Pemudik Nataru Inisiatif Tes Covid 19

Infobekasi.co.id – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta agar kepada warga masyarakat yang telah melakukan mudik pada libur natal dan tahun baru agar berinisial melakukan tes Covid 19.

Hal ini menyusul, setelah sebanyak 5.035 warga tercatat melakukan pemberangkatan mudik dengan menggunakan kendaraan bus dari Terminal Bekasi dalam proses menjelang perayaan hari raya natal.

“Kita berharap saat dia (warga) ini pulang, dia menghubungi pusat pelayanan kesehatan untuk melakukan antigen maupun PCR,” ucap dia kepada infobekasi.co.id di RSD Stadion Patriot Chandrabaga, Senin (27/12).

Ia menjelaskan, dikarenakan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level III telah dibatalkan oleh Pemerintah Pusat. Dalam hal ini, kata dia maka Pemkot Bekasi kini hanya sebatas memberikan himbauan agar kepada warga masyarakat mengurungkan niat untuk tidak melakukan perjalanan keluar kota selama perayaan libur Natal dan Tahun Baru 2022.

“Nah sekarang saya menyeru untuk tidak traveling ke luar kota bekasi menyeru ya, meminta,” ungkapnya.

Rahmat juga menambahkan, adapun untuk faktor pendukung agar imbauan tersebut berjalan baik, Pemkot Bekasi juga telah menyiapkan berupa fasilitas kepada warga Kota Bekasi.

“Dengan fasilitas yang disiapkan adalah apabila ada warga yang sesuai perjalanan mudik mengalami masalah kesehatan usai dari luar kota, maka segera melakukan tes Covid-19 di fasilitas kesehatan, Kalau merasa ada yang aneh (sakit) terus hubungi faskes kita di puskesmas atau di pokso Stadion Patriot gate 12 atau di RSUD tipe D atau RSUD Kota Bekasi kita sediakan,” tuturnya.

Akan tetapi, kata dia apabila ada warga yang setelah melakukan perjalanan mudik, tetapi kondisi kesehatannya dalam kondisi yang baik baik saja atau tidak mengalami masalah, Maka, dirinya juga tidak mempermasalahkan. Sebab Tes Covid-19 hanya diperuntukkan bagi mereka yang merasa sakit setelah mudik.

“Sepanjang dia sehat tidak masalah tapi kalau sakit dia wajib, toh sekarang kalau door to door jarak kelurahan berapa sih kecuali jarak desa di pedalaman kalau kita kan paling 2 – 3 kilo kelurahan dengan pusat kesehatan,” tutupnya.

Kontributor : Denny Arya Putra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini