Infobekasi.co.id – Kuliner asal daerah tetangga yakni Bogor, sudah menjadi tren di sekitaran Bekasi. Sebut saja Soto Mie Bogor Pak Udin yang buka menempel dengan pagar tembok Masjid Besar El Muwahidin atau di depan Bank BRI Jl Juanda, Bekasi Timur.
Soto Mie ini buka sejak tahun 1985, “Waktu itu harganya Rp 150 semangkok,” ujar Ace, salah seorang anak Pak Udin. Dia juga menyebutkan sejak awal racikan bumbu dan daging yang disajikan tidak berubah. Daging yang disajikan pun dari daging kepala sapi, mulai dari lidah, kuping, congor dan kulit kepala.
Udin Suganda , yang akrab di sapa Pak Udin, sebenarnya bukan dari Bogor namun Ny Aan lah, istrinya yang lahir di Bogor, “Di Cinangneng, Cihampea, Bogor, tepatnya,” ujar Ace.
Dari kebiasaan membuat soto di Bogor, mulai Pak Udin merantau ke Bekasi dan langsung membuka di depan Bank BRI.
Pelanggan Soto Mie Bogor Pak Udin, tidak hanya dari kalangan biasa, tetapi karyawan kantoran dan juga karyan Pemkot Bekasi dan bahkan nasabah Bank ikut antre di tempat yang sempit, di warung berukuran 1,5 x 4 meter .
Melihat itu Pak Udin pun membuka cabang di sebelah Bank BCA Proyek Bekasi dan yang mengelola anaknya. Meski sudah membuka cabang dengan cita rasa dan harga yang sama, tetap saja ‘warung pusat’ di depan Bank BRI kewalahan, karenanya Pak Udin pun membuka cabang lagi di seberang Bank BCA yang hanya berjarak 30 meter.
Namun selepas Pak Udin meninggal Tahun 2007, usaha Soto Mie Bogor Pak Udin, tetap hidup dan malah berkembang, “Saat ini ada sembilan cabang di sekitara Bekasi,” tutur Ace, sambil mengatakan yang mengelola selain istri Pak Udin juga semua anaknya dibantu saudara dan tetangga, “Ada sekitar 35 karyawan,” ujar Ace.
Cabang yang sekarang ada selain dua tadi tersebar di dekat RS Mekarsari, Kranji, Kelenteng Hok Kay Lay Proyek, Jl Kartini, Jl Mayor Oking,Kemang Pratama dan Alun-alun Bekasi, “Semuanya memakai merek Soto Mie Bogor Pak Udin Cabang BRI,” jelas Ace.
Reporter: Saban Jr






























