Pemkab Bekasi Berencana Manfaatkan Air Hujan untuk Kebutuhan Masyarakat

Infobekasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana memanfaatkan air hujan untuk dijadikan bahan baku yang diolah oleh PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi guna mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

“Ketersediaan air baku semakin sulit. Keterbatasan itu yang menjadi kendala PDAM Tirta Bhagasasi mengolah air bersih untuk warga,” kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan, Senin (4/7).

Dia mengatakan, pemanfaatan hujan sebagai air baku PDAM perlu dilakukan. Karena keberadaan aliran sungai yang selama ini menjadi sumber air baku mulai terbatas untuk dapat diolah menjadi air bersih.

“Sebab di Kabupaten Bekasi ini aneh, air baku sulit didapat dan terbatas untuk diolah PDAM menjadi air bersih, sementara saat musim hujan, Bekasi pasti kebanjiran,” ucapnya.

Saat ini pemerintah daerah sedang menyiapkan beberapa skema untuk mewujudkan rencana tersebut. Di antaranya penambahan atau pembangunan tempat penampungan baru air hujan, seperti situ atau danau buatan serta tandon air.

Pihaknya juga akan melakukan penataan kembali situ-situ yang sudah ada serta menormalisasi aliran sungai, sehingga diharapkan mampu memasok lebih banyak air yang akan diolah menjadi air bersih.

“Pengolahan air hujan tentunya dengan teknologi. Kita harus bisa menjadikan air hujan sebagai air baku buat PDAM Tirta Bhagasasi agar bisa diolah menjadi air bersih untuk warga,” ucapnya.

Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Usep Rahman Salim mengatakan selama ini pihaknya hanya mengandalkan air baku yang berasal dari Saluran Tarum Barat atau Kali Malang untuk diolah menjadi air bersih.

“Sering terkendala akibat keterbatasan. Air Kali Malang tidak dapat diambil seenaknya, harus dibeli dari PJT II, itu pun debitnya terbatas. Sedangkan kebutuhan air baku di PDAM terus meningkat,” katanya.

Menurut Usep, beberapa sungai alam sebenarnya bisa dijadikan sebagai air baku. Namun terkendala oleh pencemaran limbah serta debit air yang kecil hingga kosong terutama saat memasuki musim kemarau.

“Seperti Sungai Bekasi tapi sering tercemar limbah. Kalau Sungai Ciherang airnya diambil PDAM Cabang Pembantu Bojongmangu sebagai air baku, itu juga saat kemarau airnya kering hingga menyebabkan instalasi pengolahan air Bojongmangu kesulitan produksi air bersih,” katanya.(kendra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini