Pencetak dan Pengedar Upal di Kabupaten Bekasi Dibekuk di Cikarang Barat

Infobekasi.co.id – Jajaran Polres Metro Bekasi membekuk dua pelaku pencetak dan pengedar uang palsu (upal) di wilayah Kabupaten Bekasi. Mereka ditangkap di Jalan Raya Kawasan Industri, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat.

OSaat ditangkap, polisi mendapati 41 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dari tas pelaku saat digeledah.

Penangkapan kedua pelaku ini berawal ketika korban berinisial AP melaporkan menjadi korban peredaran uang palsu ke polisi pada Minggu (2/10) lalu. Uang palsu itu dia dapatkan ketika menjual handphone kepada pelaku seharga Rp3.200.000.

Korban baru mengetahui uang hasil penjualan handphone itu palsu ketika dia menyetorkan uang tersebut secara tunai melalui ATM.

“Jadi hasil penjualan handphone disetor ke ATM, tapi tidak bisa masuk karena terdeteksi palsu, korban kemudian melaporkan kejadian ini,” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan saat konferensi pers, Selasa (8/11).

Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan dari korban. Pada Sabtu (15/10), penyidik mendapat informasi ada transaksi penjualan handphone secara COD di Jalan Kawasan Industri, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat sekira pukul 18.00 WIB.

Polisi langsung bergerak menuju lokasi tersebut. Di hari dan lokasi yang sama sekira pukul 24.00 WIB, dua orang pria berinisial AH dan M langsung diamankan.

“Kita amankan tas selempang yang dipakai pelaku, di dalam tas ada uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 41 lembar,” kata Gidion.

Saat diinterograsi penyidik, pelaku mengaku kalau uang palsu tersebut didapat dengan cara mencetak sendiri di rumahnya di Kampung Kalijeruk RT02 RW03, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat.

“Selanjutnya dilakukan penggeledahan di rumah pelaku, dan didapati 18 lembar kertas HVS bergambar uang pecahan Rp100 ribu siap potong serta 51 lembar kertas HVS bergambar uang Rp100 ribu di satu sisi,” katanya.

Berdasarkan keterangan pelaku, peredaran uang palsu di wilayah Kabupaten Bekasi sudah dilakukan selama tiga bulan. Jumlah uang palsu yang sudah digunakan oleh pelaku untuk bertransaksi sebanyak lebih dari Rp4 juta.

“Jadi uang palsu ini tidak dijual, tapi diedarkan dengan cara bertransaksi, mereka mengaku sudah tiga kali melakukan transaksi dengan uang palsu dalam kurun waktu tiga bulan,” ucap Gidion.

Selain dua pelaku dan uang palsu, dari pengungkapan kasus ini polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit printer, satu unit setrika dan satu botol cairan.

AH, pelaku pencetak dan pengedar upal mengaku mengetahui cara membuat uang palsu melalui media sosial.

“Lihat di YouTube cara-cara bikin uang palsu, ya terpaksa karena enggak punya uang,” katanya.

Kedua pelaku kini mendekam di sel tahanan Polres Metro Bekasi. Mereka dijerat pasal 244 KUHP dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara.(kendra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini