Infobekasi.co.id – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mencatat sebanyak delapan anak menjadi korban pencabulan dilakukan oleh gurunya di sekolah Kota Bekasi. Sebelumnya, korban kasus pencabulan berjumlah tiga orang.
“Pada hari Selasa (15/11/2022) kemarin setelah berita itu naik, Kita langsung tindaklanjuti dan investigasi ke lapangan. Permalasahannya seperti apa?. Dan kita juga melihat korban, kita inventarisasi. Dan ternyata dari hasil assesment pelecehan sudah berlangsung lama,” ujar Komisioner KPAD Kota Bekasi, Bidang Hukum, Novrian kepada wartawan, Kamis (17/11) Kemarin.
Novrian mengatakan, melalui hasil assessment yang sudah dilakukan oleh pihaknya, KPAD berhasil menginventarisasi jumlah para korban yang berhasil ditelusuri, sebanyak delapan orang anak.
“Ada anak Kelas 4 kemarin, Kelas 3 dan Kelas 2. Kejadiannya sudah terjadi lebih dari setahun yang lalu, Dimana selepas kejadian itu, kami tengah melakukan pendampingan kepada para korban, sejauh mana korban mengalami traumatik dan kini sedang kita dampingi,” bebernya.
Ia menjelaskan, mengenai kasus tindakan pencabulan, pihaknya sudah berkoordinasi kepada pihak sekolah selaku pihak penanggung jawab dilingkungan sekolah, apabila ada informasi lanjutan bisa segera melaporkan ke KPAD Kota Bekasi.
“Kita juga berkoordinasi dengan pihak sekolah. Pihak sekolah harus proaktif, harus peka jika ada korban berikutnya. Jadi kita melakukan pendampingan psikososial dan hukum. Nanti proses pemeriksaan sampai keputusan di pengadilan nanti,” jelas Novrian.
Selain itu, kata dia, meski jumlah korban yang tercatat sebanyak delapan orang, saat ini yang berani melapor ke pihak kepolisian hanya berjumlah tiga orang saja. Sedangkan yang lainnya masih belum diketahui.
KPAD sejauh ini juga masih melakukan asesment, guna mengetahui berapa jumlah pasti mengenai jumlah anak menjadi korban pencabulan.
“Ada korban-korban di lapangan yang kini tengah kita lakukan assesment. Dan itu tidak semua anak dimintai BAP, mungkin nanti saat diminta keterangan. Sebab, kita juga melihat kondisi psikologis anaknya,” paparnya
Kontributor: Denny Arya Putra
(drs)






























