Saatnya Guru ‘Move On’ Ubah Pola Cara Mengajar

Infobekasi.co.id, (Rep: Denny/ Editor: Deros) – Sistem belajar dan mengajar siswa di sekolah sempat  disorot Presiden RI, Joko Widodo. Ia meminta kepada para ‘pahlawan tanda jasa’ ini tidak hanya fokus mendidik murid. Mengajar, lalu pulang. Guru harus peka, empati kondisi fisik dan mental siswa.

Gayung bersambut, Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bekasi, menyarankan kepada para guru untuk merubah pola pembelajaran siswa di sekolah.

“Terkait dengan kesehatan mental siswa memang penting. Bukann siswa saja, melainkan untuk guru juga penting. Terkait dengan kesehatan mental ini, PGRI menyarankan para guru bisa lebih memperhatikan kesiapan siswa, terkait dengan pola pola pembelajaran,” ujar Ketua PGRI Kota Bekasi, Dedi Mufrodi saat dihubungi Infobekasi.co.id, Selasa (06/12/2022) lalu.

Dedi menambahkan, para guru sebisa mungkin memberikan ruang kepada siswa dalam memberikan pola pembelajaran lebih menyenangkan, bisa disesuaikan dengan kondisi dilingkungan masing-masing.

“Guru harus mampu membaca situasi, kondisi siswa. Kapan guru memberikan pola pembelajaran serius, kapan santai.  Yang terpenting siswa dapat menangkap tujuan dari adanya pembelajaran tersebut,” jelasnya.

Hal terpenting lainnya, menyikapi sisi kesehatan mental siswa. Para guru disarankan untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa, agar lebih mampu mengeluarkan potensi yang dimiliki.

“Potensi setiap orang tidak sama dengan orang yang lainnya. Jangan beranggapan, semua anak mampu dalam pembelajaran satu bidang saja, ataupun satu bidang lainnya,” keluhnya.

“Karena bisa saja setiap siswa tersebut menyukai satu bidang pembelajaran yang mereka minati, teruntuk di tingkat SD dan SMP. Karena, untuk tingkat SLTA atau SMA sudah ada kejuruan yang bisa dipilih siswa. Sedangkan, ditingkatkan SD dan SMP
penyaluran bakat dan minat belum bisa terlaksana, seperti di tingkat SMA. Jadi, biarkan mereka memilih sesuai passion mereka,” imbuh Dedi.

Dedi menerangkan, secara dasar para guru di Kota Bekasi dalam menyikapi hal itu belum secara menyeluruh bisa memahami. Hanya segelintir guru saja, yang baru bisa mengerti tentang minat dan bakat siswa.

“Memang jujur kita harus mengakui kondisi guru kan belum semuanya sama. Ada yang sudah mulai adaptif dengan perubahan, ada guru yang belum bisa beradaptasi tentang pola perubahan itu. Harapan kami, barangkali kepada guru milenial agar mereka lebih adaptif terkait pola pembelajaran. Supaya bisa lebih mengayomi, mendekatkan diri kepada siswa terkait budaya, atau pola pendidikan yang bisa diajarkan pada masa saat ini. Sehingga, mengenai kesehatan mental siswa bisa tertangani baik dikemudian hari,” tutur Dedi.

Kontributor : Denny Arya Putra 
(drs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini