Kisah Pedagang Nasgor Gerobak Keliling, Dipalak Preman Hingga Dijahilin Makhluk Halus

infobekasi.co.id – Banyak profesi dilakoni masyarakat. Asal mau kerja keras, semangat, doa dan pantang menyerah. Salah satunya pedagang nasi goreng (nasgor) gerobak keliling.

Slamet Riyadi alias Nur (40 ), berdagang nasi goreng sekitar 10 tahun. Ia ingat pertama kali berjualan nasi goreng keliling di wilayah Pondok Gede, Kota Bekasi, hingga hijrah mengontrak ke Gang Sejahtera, Ujung Harapan, Bahagia, Bekasi.

“Awalnya saya kerja serabutan. Kerja bangunan. Terus diajak teman jualan nasi goreng keliling, sampai saat ini,” kisah Nur panggilan akrab Slamet Riyadi saat berbincang dengan jurnalis infobekasi.co.id di kampung Pengarengan, Kaiabang Tengah, Bekasi, Selasa malam (14/2/23).

Mendorong gerobak nasi goreng, dari gang ke gang kampung rutin dilalui. Hingga titik mangkal malam hari di depan warung madura, kampung Pengarengan, Kaliabang, Bekasi.

Banyak kisah dialami Nur, diantaranya pernah dikerjain oleh segerombolan pemuda nakal, bahkan pernah ditodong pisau oleh empat pemuda.

“Dulu saya pernah ditodong pisau. Waktu itu kejadiannya di daerah Pondok Gede. Empat orang anak muda beli nasi goreng, malah minta uang buat beli minuman alkohol,” cerita Nur.

Nasib baik masih memihak Nur, dirinya lolos dari kepungan anak muda nakal tersebut. Ia berhasil kabur, dan meminta bantuan warga setempat. Risiko jualan nasi goreng keliling memang kerap menjadi ‘mangsa’ orang yang iseng dan aksi kejahatan malam hari.

“Ya risiko jualan malam hari, keliling kampung, keliling perumahan. Untung saya masih lolos dari todongan pisau. Kalau tidak, ya nasib saya mungkin sudah lain cerita,” ujar Nur.

Ia menjelaskan, jika ada yang ingin makan nasi goreng miliknya, namun orang tidak punya uang. Lebih baik minta secara baik-baik, dirinya secara ikhlas bakal berbagi.

“Saya lebih senang kalau ada orang pengen makan nasi goreng, tapi enggak ada uang, saya bikinin. Yang penting jujur. Tapi jangan minta uang, saya juga butuh uang. Kalau nasi silahkan ambil sekenyangnya. Anggap ajah sedekah,” tuturnya.

Selain mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang jahat. Nur juga pernah dikerjain oleh makhluk halus. Maklum, berjualan nasi goreng keliling sampai larut malam, sepi dan kondisi saat orang lain sudah terlelap tidur. Nur masih semangat mendorong gerobak nasi goreng.

“Pernah dikerjain makhluk halus. Pas saya balik gerobak ke arah suara yang manggil beli nasi goreng, tidak ada orang. Hanya suara perempuan manggil tiga kali. Tiga kali juga saya balik kerumah tersebut. saya baru ingat, itu rumah kosong. Saya merinding kalau ingat” kisahnya.

Selain itu, ayah dua anak ini mengaku, omset jualan nasi goreng keliling tidak menentu. Kadang hanya terjual 10 bungkus, mulai berjualan bakda isya atau pukul 19.00 hingga pukul 2 pagi.

“Kalau lagi sepi pembeli, paling 10 bungkus. Itu cuma balik modal. Sisa nasi biasanya kita kasih ke orang. Biasanya kan nasi sisa itu sudah enggak bisa dijual lagi,” kata Nur.

Meski demikian, jiwa dagang pria asal Jawa Timur ini tidak patah semangat. Ia kerap menyembunyikan kesedihan, kelelahan dan kerugian dalam berdagang nasi goreng keliling kepada sang isteri dan anak-anaknya di kampung.

“Kadang isteri tanya, gimana laris enggak jualan nasi goreng?. Saya jawab, alhamdulillah laku. Jawaban itu biar menyenangkan hati isteri dan anak-anak. Padahal sepi pembeli, bahkan sering rugi. Saya enggak mau keluarga kepikiran. Yang penting saya tetap bisa jualan buat cari rezeki dan dikirim ke kampung. Berapapun hasilnya,” ucap Nur dengan mata berkaca-kaca.

Ia ingin punya lapak dagang nasi goreng, tapi harga sewa lapak terlalu mahal baginya. Bisa berjualan nasi goreng keliling saja, Ia sudah bersyukur. Sebab, masih banyak orang yang tidak seberuntung dirinya alias pengangguran.

“Saya jalani dan syukuri saja. Yang penting masih bisa cari nafkah buat isteri dan anak di kampung. Ya, alhamdulillah, berapapun hasil yang didapat kita syukuri saja,” pungkasnya.

Berikut video singkat saat Mas Nur melayani pembeli nasi goreng pada malam hari:

Penulis: Deros D.Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini