Wali Kota Bekasi dari Masa ke Masa: 2 Tersandung Hukum di KPK

Infobekasi.co.id – Menteri Dalam Negeri menerbitkan SK pembentukan Kota Madya Daerah Tingkat II Bekasi pada 10 Maret 1997. Penjabat Wali Kota Bekasi yang ditunjuk adalah Drs. H. Kailani AR. Ia merupakan Wali Kota Bekasi pertama meski statusnya sebagai penjabat.

Pada tahun 26 Januari 1998, pemilihan kepada daerah digelar di DPRD Kota Bekasi. Hasilnya terpilih yaitu Nonon Sonthanie untuk periode 1998-2003. Ia lalu dilantik oleh Gubernur Jawa Barat R Nuriyana.

Lima tahun kemudian, Kota Bekasi kembali menggelar Pilkada. Adalah pasangan Akhmad Zurfaih-Mochtar Mohammad terpilih dalam pemilihan di DPRD Kota Bekasi untuk periode 2003-2008.

Setelah masa jabatan habis, tahun 2008 digelar pilkada langsung. Artinya, calon kepala daerah dipilih langsung oleh masyarakat. Pasangan Mochtar Mohammad-Rahmat Effendi terpilih dalam pesta demokrasi tersebut.

Tapi, di tengah perjalanan Mochtar Mohammad tersandung kasus hukum di KPK. Pucuk pimpinan bergeser ke Rahmat Efendi sebagai pelaksana tugas sampai periode habis pada 2013.

Pilkada kembali digelar pada 2012. Adalah pasangan Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu yang memenanginya. Keduanya menuntaskan tugasnya sampai masa jabatan habis pada 2018.

Sempat terjadi kekosongan kepemimpinan, sehingga Gubernur Jawa Barat menunjuk Rudy Gandakusuma sebagai penjabat Wali Kota Bekasi, jabatan Rudy dilanjutkan Toto Mohamad Toha. Kekosongan ini karena masuk tahapan Pilkada 2018.

Pilkada 2018 pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto terpilih sebagai kepala daerah periode 2018-2023. Tapi, Rahmat Effendi tersandung kasus hukum di KPK pada 2021 lalu. Kini jabatan Wali Kota Bekasi diemban oleh Tri Adhianto sebagai pelaksana tugas (Plt).

#infobekasi #masukinfobekasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini