Kebiasaan Warga Nadangin Air saat Musim Hujan
infobekasi.co.id – Musim hujan biasanya air melimpah turun ke genteng atap rumah. Nah, air hujan yang turun itu biasanya warga nadangin (menadahi) dengan wadah bak dan ember, atau tempat yang bisa menampung air hujan.
Hal itu masih terlihat di wilayah Bekasi Utara. Nadangin air hujan di bak atau ember menjadi kebiasaan sebagian masyarakat. Biasanya, buat nyuci kaki, tangan, bisa juga buat nyuci piring, perabotan.
Kalau buat mandi biasanya pakai air sumur. Air hujan hanya sebagai cadangan buat kebutuhan cuci piring, nyiram pohon. Sebab, air hujan butuh proses tak segampang air sumur (tanah), yang biasa dipakai masyrakat sehari-hari.
Kebiasaan ini bagus jika diperuntukan sebagai cadangan air saat musim kemarau melanda. Masyarakat tidak khawatir kekeringan, apalagi kehabisan air. Orang dulu biasanya punya penampungan air. Tradisi positif seperti itu musti dijaga (lokal wisdom).
Ada mitos kalau mandi pakai air hujan itu bisa sakit. Jadi tidak semua masyarakat menggunakan air hujan untuk kebutuhan bersih-bersih badan, apalagi buat di masak untuk konsumsi minum.
Meski demikian, air hujan di tampungan bak, ember terasa adem. Makanya banyak orang menggunakannya buat nyiram tanaman pohon.
Nah, kalau di wilayah kalian gimana?. Apakah masih ada masyarakat yang rutin nadangin air hujan di bak dan ember?
(Dede Rosyadi)

