Petani di Cikarang Kaget Dapat Tagihan Utang Rp4 M, Ini Diduga Penyebabnya

Infobekasi.co.id – Pihak Polres Metro Bekasi selidiki dugaan pemalsuan data pribadi seorang petani bernama Kacung Supriatna (63). Ia mendapat surat penagihan utang Rp4 miliar dari salah satu bank di Jakarta.

Kasie Humas Polres Metro Bekasi AKP Ahmadi menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan kasus tersebut.

“Masalah kasus yang terkait petani itu saat ini secara intensif sudah ditangani Satreskrim Polres Metro Bekasi,” ujar AKP Akhmadi, Rabu (17/1/2024).

Pelapor saat ini sudah dimintai keterangan, penyidik sedang mengumpulkan barang bukti pendukung untuk memperkuat laporan.

“Tentunya kita melengkapi dulu (barang bukti), setelah saksi-saksi, nanti baru kita akan lakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku,” beber AKP Ahmadi.

Dari keterangan korban, pelaku mengarah pada satu orang berinisial G yamg diduga menggelapkan sertifikat tanah milik Kacung pada tahun 2000.

Dalam perkara ini, katanya, tidak menutup kemungkinan ditemukan adanya pelaku lainnya, dengan modus memalsukan data pribadi untuk mendapatkan pinjaman dari bank.

“Kita lihat nanti hasil penyelidikannya seperti apa, kalau ada arah ke sana akan kita tindak lanjuti,” ujarnya.

“Untuk pasalnya itu ada pasal 263, pasal 264, pasal 266, pasal 273, dan pasal 284 KUHP, dengan ancaman hukuman empat tahun hingga delapan tahun,” imbuh AkP Ahmadi.

Berita sebelumnya, Kacung Supriatna, Petani asal Kampung Cikarang RT 03 RW 02, Desa Jayamulya, Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi, dikejutkan dengan kedatangan pegawai bank dari Jakarta. Ia kemudian harus menyelesaikan tanggungan utang senilai Rp4 miliar.

Kabar ini dibenarkan oleh anak keduanya yaitu Karyan. Awal mula perkara ini muncul pada 2021 lalu. Ketika itu rumahnya didatangi sejumlah penagih utang dari Bank Askrindo Jakarta.

Para penagih itu kemudian menunjukkan data, seperti fotocopy sertifikat atas nama orang tuanya, Kacung Supriatna.

Data tersebut tercatat, Kacung Supriatna memiliki utang senilai Rp3 Miliar, berserta denda yang harus dibayarkan, total mencapai Rp 4 miliar.

“Dasarnya itu yang Dia bawa itu cuma fotocopy sertifikat, dengan ada tulisan kita punya hak tanggungan Rp4 miliar. Nah, ini datanya ada di saya. Saya minta fotocopy-nya juga gak dikasih, cuma dikasih foto doang. Nah, ini nih dari bank Askrindo nih, kalau gak begini saya gak tahu tanah orang tua saya diagunkan Rp4 miliar,” cerita Karyan.

Reporter: Fahmi

Editor: Deros

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini