Pengobatan Alternatif di Bekasi Diduga Jadi Modus Pelecehan Seksual Sejak 2011

Infobekasi.co.id – Sebuah praktek pengobatan alternatif yang diduga menjadi modus pelecehan seksual di Kelurahan Jatimurni, Kota Bekasi, telah beroperasi sejak 2011.

“Dengar informasi, ini operasinya sejak tahun 2011,” kata ketua RT, Gunam, Selasa, 13 Mei 2025.

Pelaku menjalankan praktik ini dengan membuka pengobatan alternatif dan menawarkan layanan spiritual. Pasien yang datang berasal dari berbagai kalangan, baik pria, wanita dewasa, hingga orang tua. Para pasien diberikan air mineral dalam botol yang diklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

“Ya namanya penyakit itu ada yang minta diurut, ada orang kesurupan minta air,” kata Gunam.

Berdasarkan informasi dari warga, pendopo yang dikelola oleh terduga pelaku, Murtan (61 tahun), juga sering menggelar pengajian yang berlangsung dari tengah malam hingga jelang subuh.

“Kalau pengajian itu emang tiap malam Jumat ada, dimulainya jam 12 malam sampai jam 4 pagi waktu subuh, tiap malam Jumat tuh ada pengajian,” ujar Gunam.

Namun, setelah salah satu pasien melapor bahwa pengobatan yang dilakukan Murtan mengarah pada pelecehan seksual, warga segera melapor ke petugas. Pada Kamis, 8 Mei 2025, Satpol PP bersama aparat kecamatan Pondok Melati menyegel bangunan pendopo yang berada di samping rumah terduga pelaku.

Gunam menyampaikan bahwa rumah milik terduga pelaku kini dalam keadaan kosong. Sementara itu, salah satu pasien sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Bekasi Kota. Namun, hingga kini keberadaan terduga pelaku masih belum diketahui.

“Rumah tadi kosong, sudah kita gedor-gedor. Untuk pelaku saya belum tahu sudah tertangkap polisi atau belum,” ujar Gunam.

Reporter : Fahmi

Editor : Deros

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini