Bulak Perwira Bekasi Utara, Dari Medan Juang Menjadi Nama Wilayah Padat Penduduk

Infobekasi.co.id – Di tengah pesatnya perkembangan Kota Bekasi, kawasan Bulak Perwira di Kecamatan Bekasi Utara menyimpan sejarah panjang yang tak banyak diketahui publik. Di balik deretan perumahan, jalan-jalan sempit, dan aktivitas warga yang dinamis, kawasan ini ternyata menyimpan jejak perjuangan kemerdekaan yang membentuk identitasnya hari ini.

Nama Perwira tidak lahir begitu saja. Sejarah mencatat, pada masa penjajahan Belanda hingga Agresi Militer II, wilayah utara Bekasi menjadi basis perlawanan rakyat. Salah satu tokoh penting dalam sejarah ini adalah KH. Nur Ali, pemimpin laskar pejuang Hizbullah di kawasan Bekasi.

Wilayah yang kini dikenal sebagai Kelurahan Perwira, kala itu dijadikan markas para pejuang dengan sebutan perwira sebagai simbol pangkat dan kepemimpinan. Nama itulah yang kemudian melekat kuat dan digunakan secara resmi saat wilayah ini dimekarkan menjadi desa mandiri pada tahun 1947.

Awalnya, wilayah ini merupakan bagian dari Desa Harapan Jaya. Namun, akibat pertumbuhan penduduk dan kebutuhan administrasi, pada tahun 1977 Desa Perwira resmi dibentuk. Pemekaran berlanjut pada tahun 1980 menjadi tiga desa baru, Perwira, Teluk Pucung, dan Harapan Baru.

Kini, Kelurahan Perwira memiliki luas sekitar 225 hektare dan terbagi ke dalam 18 RW dan 114 RT. Jumlah penduduk per akhir 2022 mencapai lebih dari 38 ribu jiwa, menjadikannya salah satu kelurahan dengan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat di Bekasi Utara.

Meski tidak tercantum dalam peta resmi, sebutan Bulak Perwira dikenal luas masyarakat. Kata bulak dalam istilah lokal Betawi atau Jawa merujuk pada  lahan kosong atau tanah terbuka dulu umum ditemui sebelum menjadi kawasan padat.

Bulak juga ada yang mengatakan, sebuah kali/aliran sungai yang terdapat pusaran air. Bulak Perwira merujuk pada area-area seperti Jalan Bulak Perwira 1 dan 2, termasuk Jalan Sersan Misnadi dan lingkungan RW 015, yang kini telah berubah menjadi wilayah pemukiman aktif dan padat.

Warga kerap menyebutnya sebagai penanda arah dan kawasan, bahkan menjadi identitas perumahan, halte, dan rute angkutan umum seperti K10 dan K45.

Kini, kawasan Bulak Perwira berkembang pesat. Infrastruktur jalan telah mengalami perbaikan signifikan, seperti pengecoran jalan lingkungan dilakukan Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD di tahun 2023. Tak hanya itu, sektor properti tumbuh dengan hadirnya berbagai perumahan.

Kawasan ini juga strategis secara geografis, dekat pusat kota, akses ke Stasiun Bekasi, rumah sakit, sekolah, dan pasar tradisional. Seluruhnya menunjang kehidupan warga yang kini menjadikan Bulak Perwira sebagai tempat tinggal warga sekaligus mengandung historis.

Di tengah modernisasi, penting untuk tetap mengingat akar sejarah kawasan ini. Nama Perwira adalah warisan perjuangan, dan Bulak adalah penanda lokal yang tumbuh bersama kenangan warga. Menjaga sejarah bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga masyarakat yang hidup di dalamnya.

Dede Rosyadi

#BulakPerwira #infobekasi #Bulak

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini