Jatuhnya Pesawat Dakota dan Bekasi Lautan Api

infobekasi.co.id – Pada tanggal 23 November 1945, sebuah pesawat Dakota Inggris jatuh di Rawa Gatel, Cakung, Jakarta Timur. Pesawat Dakota yang berangkat dari lapangan udara Kemayoran, Jakarta Pusat, menuju Semarang itu diduga mengalami kerusakan mesin sehingga harus melakukan pendaratan darurat sekitar pukul 11.00 WIB.

Penduduk Cakung mengerumuni pesawat dengan niat membantu. Namun, karena kendala bahasa, mereka disangka hendak menyerang awak dan tentara Inggris yang ada di pesawat.

Tentara Inggris merasa terkepung menembaki penduduk yang mendekat, menyebabkan beberapa penduduk tewas. Akhirnya, tentara Inggris yang ada di pesawat Dakota itu dikepung oleh penduduk, kemudian menangkap seluruh awak pesawat dan penumpangnya yang berjumlah 26 orang, dengan rincian 4 orang awak pesawat berkebangsaan Inggris dan 22 orang sisanya berkebangsaan India (Sikh).

Setelah senjata mereka dilucuti, seluruh tawanan dikirim ke markas TKR Ujung Menteng, untuk selanjutnya dibawa ke markas TKR Batalyon V Bekasi, dan dijebloskan ke dalam sel tangsi polisi Bekasi. Sore harinya, pasukan berkuda dan tank Sekutu dikirim ke tempat kejadian untuk mencari pasukannya. Namun, karena tidak mendapatkan hasil, pada malam harinya mereka kembali ke Jakarta.

Esok harinya, tanggal 24 November 1945, komandan tentara Inggris di Jakarta mengeluarkan maklumat agar seluruh pasukannya yang ditawan TKR tersebut dikembalikan ke Jakarta. Tetapi, pemuda Bekasi menolaknya. Bahkan tiga hari kemudian, seluruh tahanan dieksekusi di belakang tangsi polisi Bekasi.

Rencana semula, seluruh mayat tawanan akan dibuang ke Kali Bekasi. Tetapi, karena Kali Bekasi sedang surut, mayatnya dikubur di belakang tangsi polisi yang lubang penguburannya telah disiapkan.

Atas peristiwa ini, tanggal 29 November 1945, Sekutu melakukan penyerangan ke Cakung, Pondok Ungu, dan Kranji. Sekutu menggunakan tentara Punjab ke-1/16, Skuadron Kaveleri F.A.V.O ke-11, pasukan perintis ke-13, pasukan Resimen medan ke-37, detasemen kompi medan ke-69, dan dengan 50 truk, 5 meriam serta beberapa mortir dan kanon.

Pertempuran pertama terjadi di Cakung, Jakarta Timur, yang mengakibatkan jatuh korban pada kedua belah pihak. Dari pihak Indonesia ada 13 orang. Merasakan sulitnya menembus pertahanan sampai kota Bekasi, Sekutu kemudian mundur dengan membawa pasukannya yang telah menjadi korban.

Namun, begitu tiba di Pondok Ungu, Sekutu harus berhadapan dengan Laskar Rakyat dan penduduk kampung pimpinan KH. Noer Alie yang dibantu oleh beberapa TKR Laut. Penduduk yang telah menjadi prajurit tempur dikerahkan KH. Noer Alie untuk mengusir Sekutu yang dianggap melanggar garis demarkasi.

Beberapa kali gagal menembus Bekasi, akhirnya tanggal 13 Desember 1945 tentara Inggris berhasil menguasai kota kecil Bekasi dan membakar kota itu sebagai hukuman atas pembunuhan tentara mereka.

Kejadian tersebut diprotes pemerintah Indonesia dan dimuat di surat kabar Belanda, Australia, serta Inggris sendiri, dan tindakan itu dikecam pihak parlemen Inggris.

Beny Rusmawan

Editor: Dede Rosyadi

#PesawatDakota #Infobekasi #Sejarah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini