infobekasi.co.id – Pertempuran Sasak Kapuk adalah salah satu pertempuran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia di wilayah Bekasi. Pertempuran ini terjadi pada tanggal 29 November 1945, dan menjadi simbol perlawanan gigih rakyat Bekasi terhadap agresi militer Sekutu berusaha kembali menguasai Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan.
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Sekutu yang diwakili oleh Inggris datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang dan membebaskan tawanan perang. Namun, kedatangan Sekutu ternyata diboncengi oleh Netherlands Indies Civil Administration (NICA), yang memiliki tujuan untuk mengembalikan kekuasaan Belanda di Indonesia.
Situasi ini menimbulkan ketegangan antara rakyat Indonesia dengan Sekutu dan NICA. Di berbagai daerah, terjadi perlawanan dan pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan. Bekasi, sebagai wilayah yang strategis karena dekat dengan Jakarta, tidak luput dari konflik tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber, salah satu yang memicu kemarahan Sekutu dan memperburuk situasi di Bekasi adalah insiden jatuhnya pesawat Dakota milik Inggris di Rawa Gatel, Cakung, pada tanggal 23 November 1945. Pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat karena mengalami masalah teknis.
Sebanyak 26 awak pesawat Dakota Inggris ditangkap dan ditahan di sel tangsi Bekasi. Pihak Sekutu meminta agar seluruh awak pesawat dibebaskan, namun para pejuang Bekasi justru melakukan eksekusi mati terhadap tawanan tersebut. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk pembalasan atas tindakan sewenang-wenang Sekutu terhadap rakyat Indonesia.
Kemarahan Sekutu atas insiden Dakota memuncak pada serangan besar-besaran ke wilayah Bekasi. Pada tanggal 29 November 1945, Sekutu mengerahkan pasukan yang terdiri dari tentara Punjab ke-1/16, Squadron Kavaleri FAVO ke-11, pasukan Perintis ke-13, pasukan Resimen Medan ke-37, dan Detasemen Kompi Medan ke-69. Mereka juga dilengkapi dengan 50 truk, lima meriam, serta sejumlah mortir dan kanon.
Serangan Sekutu difokuskan ke wilayah Cakung, Pondok Ungu, dan Kranji. Pasukan Sekutu berusaha merangsek masuk ke jantung wilayah Bekasi, namun langkah mereka tertahan di Kampung Rawapasung. Para pejuang kemerdekaan memberikan perlawanan sengit, sehingga Sekutu mengalami kesulitan untuk menembus pertahanan mereka.
Karena kesulitan menembus hadangan para pejuang di Rawapasung, tentara Sekutu kemudian mundur ke arah Pondok Ungu (sekarang wilayah Kelurahan Medan Satria). Di sana, mereka sudah ditunggu oleh pasukan Hizbullah pimpinan K.H. Noer Alie dan dua regu pasukan TKR laut pimpinan Mayor Madnuin Hasibuan.
Pertempuran sengit pun tak terhindarkan. Pasukan K.H. Noer Alie yang hanya bermodalkan golok dan bambu runcing menyerang secara mendadak pasukan Sekutu yang sebelumnya sudah dipukul mundur di Rawapasung. Meskipun dengan persenjataan yang minim, para pejuang Bekasi mampu memberikan perlawanan yang heroik.
Pertempuran mencapai puncaknya di Sasak Kapuk, sebuah jembatan kayu di atas sungai yang menjadi jalur strategis. Tentara Sekutu menembakkan mortir dan meriam dari arah Gardu Cabang, menyebabkan banyak korban jiwa dari pihak pejuang. Setidaknya 30 pasukan Hizbullah gugur dalam pertempuran tersebut.
Pertempuran Sasak Kapuk menjadi bukti nyata semangat juang dan pengorbanan rakyat Bekasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Meskipun dengan persenjataan yang minim, mereka mampu memberikan perlawanan yang gigih terhadap pasukan Sekutu yang memiliki kekuatan militer yang jauh lebih besar.
Pertempuran ini juga menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diraih dengan mudah, melainkan melalui perjuangan dan pengorbanan yang besar dari seluruh rakyat Indonesia, termasuk rakyat Bekasi. Semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan Sasak Kapuk harus terus dikenang dan dijadikan inspirasi bagi generasi penerus bangsa.
Saat ini, lokasi Sasak Kapuk berada di Pondok Ungu, tepatnya di Jalan Raya Perjuangan, Kota Bekasi. Posisinya tidak jauh dari lokasi pabrik Bridgestone, di Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria. Penamaan kelurahan dan kecamatan ini dilakukan untuk mengenang pertempuran bersejarah yang menelan banyak korban jiwa.
Deros D. Rosyadi
#SasakKapuk #Infobekasi.co.id #PertempuranSasakKapuk#HUTRIke80 #Bekasi #KaliabangTengah








































