Infobekasi.co.id – Seorang pria bernama Muksin berusia 43 tahun, menggelar dagangan gelang dan aksesori dari akar bahar, saat ada acara tabur bunga di Sasak Kapuk, Kota Bekasi.
Benda berwarna hitam pekat yang menyerupai kayu laut ini, kabarnya dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan, sekaligus dipercaya punya nilai spiritual.
“Kalau untuk kesehatan, akar bahar ini melancarkan peredaran darah, membersihkan kotoran dalam tubuh. Bisa juga untuk terapi, digosokkan di kaki dengan minyak lalu ke badan. Kalau gelang, ya sekadar untuk pemanis tangan saja,” tutur Muksin saat ditemui Infobekasi.co.id, Minggu, 17 Agustus 2025.
Menurutnya, Bahan baku akar bahar didatangkan dari Papua atau Ambon. Lantaran sudah mulai langka, akar bahar kerap menjadi incaran para kolektor benda-benda unik dan antik.
“Harganya mulai dari Rp60 ribu, Rp250 ribu, hingga Rp700 ribu. Yang berwarna hitam pekat dan biasa dicari kolektor bisa mencapai Rp1,5 juta,” ujar pria yang telah 15 tahun berjualan akar bahar ini.
Proses pembuatannya pun unik. Akar bahar dipanaskan atau direndam air panas hingga lentur, lalu dibentuk menjadi gelang.
“Saat lembek, akar tersebut ditekuk-tekuk sampai sesuai bentuk yang diinginkan. Jika terkena air laut, misalnya saat mandi di laut, akar bahar bisa mekar, tetapi akan kembali ke bentuk semula,” tuturnya.
Ia menambahkan, peminat akar bahar biasanya meningkat saat ada acara besar atau kegiatan adat. Namun, tidak sedikit juga yang memakainya dalam aktivitas sehari-hari.
“Kalau tidur masih dipakai, kecuali saat mandi di laut, lebih baik dilepas,” kata Muksin.
Selain gelang akar bahar, Muksin juga menjual aksesori lain, mulai dari gigi buaya hingga pisau kecil.
“Itu hanya pelengkap, bagian dari budaya saja. Mengenai khasiatnya, akar bahar ini kembali lagi pada kepercayaan masing-masing. Ada yang percaya badan terasa lebih enak jika memakainya,” tutur Muksin.
Bagi Muksin, menjual akar bahar bukan sekadar berdagang, tetapi juga menjaga tradisi dan cerita lama yang masih hidup di tengah masyarakat.
Reporter : Fahmi
Editor : Deros








































