Diskominfosantik Bekasi Bikin Layanan Publik Kekinian dengan SPBE

infobekasi.co.id – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi terus mendorong percepatan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di seluruh perangkat daerah. Langkah ini diambil untuk mewujudkan layanan publik yang cepat, transparan, dan terintegrasi, sesuai dengan tuntutan masyarakat di era digital.

Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menjelaskan bahwa penerapan SPBE saat ini menjadi kebutuhan mendesak.

“Masyarakat kini sudah terbiasa dengan layanan digital, sehingga pemerintah juga dituntut memberikan layanan yang mudah diakses, efisien, dan terintegrasi,” ujarnya, Selasa, (19/08/2025).

Lebih lanjut, Yan Yan menekankan bahwa SPBE bukan sekadar digitalisasi layanan, tetapi juga harus memenuhi empat domain utama, yakni Kebijakan: Regulasi yang mendukung implementasi SPBE. Tata Kelola: Struktur organisasi dan mekanisme pengelolaan SPBE.  Manajemen dan Audit: Pengelolaan sumber daya dan evaluasi kinerja SPBE. Layanan: Penyediaan layanan publik berbasis digital mudah diakses dan digunakan.

Diskominfosantik telah menyiapkan instrumen self-assessment digital yang dapat digunakan perangkat daerah untuk menilai sejauh mana penerapan SPBE di unit kerja masing-masing. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar pembinaan dan pendampingan oleh Tim Koordinasi SPBE Kabupaten Bekasi.

Ia juga menyoroti permasalahan banyaknya aplikasi lokal yang tidak lagi aktif dan berpotensi menimbulkan kerentanan keamanan. Karena itu, ia mendorong konsolidasi aplikasi agar tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus memperkuat branding layanan digital Kabupaten Bekasi.

“Ke depan, cukup satu aplikasi super apps yang terintegrasi dengan berbagai menu layanan. Saat ini kita kembangkan aplikasi Bekasikan Mobile yang akan menghimpun berbagai layanan publik mulai dari administrasi kependudukan, pendidikan, hingga ketenagakerjaan,” papar Yan Yan.

Selain aspek teknologi, peningkatan kualitas SDM pengelola SPBE juga menjadi perhatian utama. Diskominfosantik terus melakukan pelatihan, pendampingan, serta kerjasama dengan berbagai lembaga seperti BSSN, BPP TIK, dan Diskominfo Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat kapasitas aparatur di bidang digital.

Masih kata Yan Yan, pentingnya integrasi, keberlanjutan, dan kebermanfaatan layanan digital bagi masyarakat. SPBE adalah kunci transformasi pelayanan publik yang modern.

“Dengan akselerasi di perangkat daerah, kami optimis Kabupaten Bekasi dapat menjadi daerah yang unggul dalam penerapan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik,” jelas Ia.

SPBE juga berkontribusi terhadap peningkatan nilai Reformasi Birokrasi (RB), karena indeks SPBE menjadi salah satu indikator dalam penilaian RB.

“Ketika penerapan SPBE dilakukan di perangkat daerah, otomatis layanan meningkat. Dan ketika layanan meningkat, maka kepuasan masyarakat lebih terjamin. Ini menjadi upaya kita untuk mengurangi potensi kekecewaan masyarakat terhadap layanan, khususnya yang berbasis digital,” pungkasnya.

Esitor: Deros

#SPBE #Infobekasi #Bekasi #DiskominfosantikKabupatenBekasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini