Jejak Sejarah di Tugu Perjuangan Bekasi, Saksi Bisu Pertempuran Pejuang Melawan Sekutu

Infobekasi.co.id – Sebelum menjadi kota metropolitan seperti saat ini, Bekasi adalah wilayah pertempuran para pejuang melawan Sekutu. Beberapa monumen dan tugu menjadi peninggalan sejarah di tengah pesatnya pembangunan Kota Bekasi. Salah satunya adalah Tugu Perjuangan, kini lebih dikenal dengan sebutan Tugu Patal.

Tugu Perjuangan terletak di persimpangan Jalan KH Agus Salim, Kecamatan Bekasi Timur. Tugu ini memiliki tinggi sekitar dua meter, dengan tembok berwarna putih dan hitam yang dipadukan dengan ornamen mortir berwarna emas di bagian atasnya.

Dalam wawancara kepada awak media, pada Jumat, 14 Agustus 2020, sejarawan Ali Anwar menjelaskan, penyebutan Tugu Perjuangan didasari oleh lokasinya yang berdekatan dengan pabrik pemintalan benang bernama Patal.

“Nama sebenarnya adalah Tugu Perjuangan, dan tugu ini merupakan salah satu yang tertua, dibangun pada tahun 1949,” ujar Ali Anwar.

Selain itu, tokoh masyarakat setempat bernama Sa’Adih turut berperan dalam membangkitkan semangat gotong royong untuk membangun tugu ini. Hasilnya, tugu tersebut didesain dengan ornamen berupa mortir, pecahan peluru, meriam, hingga granat asli sisa-sisa pertempuran.

“Ornamen di kepala tugu merupakan mortir asli yang dikumpulkan warga dari sisa-sisa pertempuran,” tambahnya.

Tugu Perjuangan menjadi saksi bisu dari pertempuran sengit. Pada 23 November 1945, para pejuang bertempur di Rawa Gatel, Cakung, dan menyandera 26 tentara Sekutu. Setelah satu malam disandera, para pejuang Bekasi membunuh seluruh tentara tersebut.

Peristiwa ini memicu kemarahan tentara Sekutu, kemudian mengerahkan pasukan dalam jumlah besar dengan persenjataan lengkap untuk membombardir Bekasi. Pertempuran sengit menyebabkan banyak warga dan pejuang Bekasi menjadi korban, memaksa mereka meninggalkan rumah.

Ali Anwar menjelaskan bahwa situasi saat itu seperti kobaran api, dengan sebagian wilayah rusak dan terbakar akibat serangan Sekutu. Prasasti pada tugu tersebut menjadi penanda peringatan bahwa wilayah ini dan sekitarnya sering menjadi lokasi pertempuran antara pejuang Republik Indonesia (RI) melawan penjajah Sekutu.

“Mereka (tentara Sekutu) membakar rumah dan bangunan, sehingga penduduknya mengungsi ke arah utara dan selatan,” kata Ali Anwar.

Reporter : Fahmi

Editor : Dede Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini