Infobekasi.co.id – Yayasan Lembaga Kasih Indonesia Kita bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, merilis jumlah LGBT di Kota Bekasi di tahun 2025. Sebanyak 6.176 warga Kota Bekasi tercatat sebagai penyintas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Kelompok sesama laki-laki (SL) mencapai 5.776 orang, sementara waria tercatat 400 orang.
Ketua MUI Kota Bekasi, Saifuddin Siroj, mengatakan pemicu tingginya angka LGBT akibat disharmoni dalam keluarga dan faktor ekonomi.
“Kami kaget, kenapa angkanya bisa mencapai 6 ribu lebih. Sementara ini yang bisa mewakili dari semua pemicu itu adalah faktor ekonomi, PHK, ketidakharmonisan dalam rumah tangga, dan juga KDRT,” ungkap Saifuddin, Senin, 22 September 2025.
Ia menambahkan, kekhawatiran semakin besar jika kasus LGBT juga terjadi pada mereka yang sudah berumah tangga. Selain itu, sejak dua tahun terakhir kasus LGBT naik secara signifikan. Faktor ini diduga akibat menjamurnya apartemen murah di Kota Bekasi. Perlu adanya konsep penanganan terpadu administrasi untuk melakukan pencegahan.
“Kini penanganannya bukan kuratif atau preventif, tetapi sudah ada data, antara pelaku dan korban, jadi komprehensif,” saran Ia.
Penanganan LGBT perlu dukungan kolaboratif antara Dinas Kesehatan, DPRD, kepolisian, hingga Dinas Sosial. Pendataan mengenai kasus HIV juga menjadi sorotan MUI, agar tidak menyebar ke hal lain termasuk LGBT. Ia berharap ada pembinaan khusus terkait kasus LGBT di Kota Bekasi.
“Sekarang kami juga sedang mendata berapa yang kena HIV-AIDS, efeknya bisa bahaya. Ini dampak negatif dari LGBT itu. Kami akan sortir datanya. Ini juga kami temukan ada yang berumur 40 tahun juga terlibat LGBT. Masalah agama kok nggak dipakai jadi pedoman. Harus ada regulasi nanti di luar itu,” tandasnya.
Berdasarkan hasil rilis Yayasan Lembaga Kasih Indonesia Kita bersama MUI Kota Bekasi, berikut sebaran jumlah warga Kota Bekasi yang diduga penyintas LGBT di beberapa kecamatan.
Berikut Datanya :
Kecamatan Bantar Gebang 88 kasus. Bekasi Barat 309 kasus. Bekasi Selatan 2.095 kasus. Bekasi Timur 1.507 kasus. Bekasi Utara 620 kasus. Jatiasih 81 kasus. Jatisampurna 99 kasus. Medan Satria 196 kasus. Mustika Jaya 506 kasus. Pondok Melati 13 kasus. Pondok Gede 66 kasus. Rawalumbu 596 kasus
Reporter: Fahmi
Editor: DRS






























