Skip to content

Kisah Dede, Menjaga Api Kerak Telor Tetap Menyala Warisan Betawi Tak Lekang Waktu

Infobekasi.co.id –  Di tengah hiruk pikuk Kota Bekasi, ada sosok yang setia melestarikan kuliner Betawi legendaris: Kerak Telor. Dialah Pak Dede, seorang penjual Kerak Telor yang setiap sore mangkal di Alun-alun M. Hasibuan. Kisahnya bukan hanya tentang berjualan, tapi juga tentang menjaga warisan rasa dan sejarah.

Setiap sore, Pak Dede dengan cekatan menyiapkan Kerak Telor di atas bara api. Aroma khasnya langsung menggugah selera siapa pun yang melintas. Dengan harga mulai dari Rp20.000 (telur ayam) hingga Rp25.000 (telur bebek), pelanggan bisa menikmati cita rasa kuliner yang sudah langka ini.

“Saya ingin terus melestarikan Kerak Telor ini. Ini bukan cuma makanan, tapi juga bagian dari budaya Betawi,” ujar Pak Dede dengan senyum ramahnya.

Kerak Telor sendiri bukan sekadar makanan biasa. Ia memiliki kisah sejarah yang berakar dari zaman kolonial Belanda. Konon, data dari berbagai sumber Kerak Telor diciptakan masyarakat Betawi yang kreatif memanfaatkan hasil bumi seperti beras ketan, kelapa, dan telur. Bahan-bahan ini kemudian diolah dengan bumbu rempah khas, menciptakan rasa yang unik dan istimewa.

Dahulu, Kerak Telor hanya dijajakan di kalangan masyarakat Betawi atau dalam acara-acara tertentu. Namun, seiring berjalannya waktu, popularitasnya semakin meluas dan menjadi ikon kuliner Jakarta yang mendunia.

Lebih dari sekadar kelezatan, Kerak Telor juga mengandung filosofi mendalam. Proses pembuatannya yang unik, dengan cara dibakar di atas bara api, melambangkan semangat dan ketahanan masyarakat Betawi dalam menghadapi tantangan zaman.

Nah, kalian sudah pernah nyoba belum jajanan kerak telor khas betawi ini?

#infobekasi #keraktelor #pakdede #sejarahkuliner #betawi #kulinerbekasi #Jajan

Editor: Dede Rosyadi

Foto:Pepeng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *