infobekasi.co.id – Mencari telur bebek di galengan sawah adalah bagian dari kehidupan masyarakat Bekasi tempo dulu, saat sawah masih membentang luas. Kala itu, wilayah Bekasi masih didominasi hamparan sawah, mencari telur bebek di galengan pemandangan umum.
Bebek-bebek warga digembalakan di pematang sawah usai panen padi, kawanan bebek mencari keong, makan di sisa-sisa padi. Masyarakat sekitar, terutama anak-anak, memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari telur bebek yang ditinggalkan di antara jerami atau semak-semak
Telur bebek saat itu menjadi sumber gizi tambahan bagi warga. Telur bebek dikenal memiliki nilai gizi tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai masakan lezat, seperti telur asin .
Penjual telur asin keliling bahkan berpendapat, bahwa telur bebek dari bebek yang digembalakan (diangon) di sawah memiliki kualitas lebih baik. Kuning telurnya berwarna kemerahan, lebih masir (bertekstur), dan lebih gurih. Bebek yang digembalakan di sawah mendapatkan pakan alami berupa sisa padi, keong, dan hewan-hewan kecil lainnya.
Sayangnya, tradisi mencari telur bebek di sawah semakin jarang ditemui seiring dengan menyusutnya lahan pertanian di Bekasi. Generasi muda juga lebih memilih pekerjaan di pabrik/perusahaan daripada menjadi petani. Menggembalakan bebek dianggap kurang menarik dan bergengsi.
Meskipun demikian, kenangan tentang mencari telur bebek di galengan sawah tetap menjadi bagian dari sejarah dan budaya Bekasi yang kudu dikenang.
Dede Rosyadi
#TelurBebek #infobekasi #Bebek #Telurasin








































