Infobekasi.co.id – Mengingat tingginya risiko kebakaran di wilayahnya, Komisi 1 DPRD Kota Bekasi melalui anggotanya, Dariyanto, menyampaikan urgensi pembangunan pos pemadam kebakaran (Damkar) di setiap kecamatan. Desakan ini muncul sebagai respons terhadap pertumbuhan penduduk pesat dan masifnya pembangunan pemukiman di Kota Bekasi.
“Banyak aspirasi dari warga yang kami terima, mereka sangat mengharapkan adanya pos Damkar di setiap kecamatan. Idealnya, setiap kecamatan memiliki minimal satu pos,” ungkap Dariyanto, Selasa, 30 September 2025.
Saat ini, dari 12 kecamatan yang ada di Kota Bekasi, baru tersedia 3 pos Damkar yang berlokasi di Bekasi Timur, Bekasi Barat, dan Pondok Melati. Kondisi ini dinilai belum ideal untuk menjangkau seluruh wilayah dengan cepat saat terjadi kebakaran.
Dariyanto, politikus dari Partai Golkar, menegaskan bahwa fasilitas pemadam kebakaran yang memadai adalah kebutuhan mendesak.
“Kebakaran sering terjadi, dan kita harus memastikan respons cepat agar dampak buruknya bisa diminimalisir. Pembangunan pos Damkar di setiap kecamatan adalah solusi yang harus segera direalisasikan oleh Pemkot Bekasi,” tegasnya.
Data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menunjukkan bahwa terjadi 152 kasus kebakaran sepanjang Januari hingga Juni 2025. Mayoritas objek yang terbakar adalah rumah tinggal, pabrik atau gudang, dan sekolah.
Kepala Bidang Penyelamatan Disdamkarmat Kota Bekasi, Namar Naris, menjelaskan bahwa penyebab kebakaran bervariasi, mulai dari korsleting listrik, sampah, kebocoran gas, faktor alam, hingga kelalaian manusia (human error) dan penyebab yang tidak teridentifikasi. (Advertorial/Fahmi)
Editor : drs






























