infobekasi.co.id – Kondisi bangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP 62 Kota Bekasi terlihat memprihatinkan. Guru, staf, dan siswa harus bertahan dalam kondisi yang ada, meski sudah tiga tahun menumpang. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan seperti tembok berlubang dan atap retak. Gedung ini dulunya adalah Kantor Kelurahan Medan Satria yang kemudian dialihfungsikan menjadi sekolah.
Menurut Pelaksana Harian (Plh) USB SMP 62 Kota Bekasi, Deni Permadi, bangunan ini sudah beberapa kali roboh sejak ditempati, termasuk ruang guru, ruang siswa, dan pintu masuk.
Gedung ini dihibahkan Pemerintah Kota Bekasi karena Medan Satria belum memiliki SMP negeri. Setelah dihibahkan, sekolah langsung membuka penerimaan siswa baru dengan tiga kelas. Tahun ini, sekolah berencana meluluskan angkatan pertama.
Karena jumlah kursi dan meja tidak mencukupi akibat peningkatan jumlah siswa baru pada tahun 2025, sebagian siswa terpaksa belajar deprok (duduk) lesehan di lantai. Kondisi ini sudah berlangsung sejak awal tahun. Pihak sekolah masih menunggu bantuan kursi, ada juga yang merupakan hibah dari SD, bahkan sebagian siswa membawa kursi sendiri dari rumah.
Diketahui, USB SMPN 62 berada di bawah naungan SMP Negeri 19 Kota Bekasi. Status sekolah akan berubah menjadi sekolah negeri setelah pembangunan gedung permanen dan pemenuhan tenaga pendidik selesai. Lamanya status USB tergantung pada pemerintah dalam mendirikan bangunan dan menyiapkan anggaran.
Saat ini, terdapat 16 guru dan 3 tenaga tata usaha dari SMPN 19 Kota Bekasi yang bertugas di USB SMP 62. Sistem belajar dilakukan dalam dua shift karena kekurangan kelas. Meski kondisi kegiatan belajar mengajar (KBM) serba terbatas, semua guru tetap ikhlas dan sabar dalam membimbing siswa-siswi.
“Sebagai tenaga pengajar, kami harus siap ditempatkan di mana saja dengan kondisi apa pun. Sekarang yang bisa kami lakukan hanya bersabar dan tetap ikhlas,” ujar salah seorang guru sekolah tersebut.
Reporter : Fahmi
Editor : Deros








































