infobekasi.co.id – Konferensi Cabang (Konfercab) DPC Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Kota Bekasi yang berlangsung di Hotel Merapi Merbabu, Bekasi Timur, pada Sabtu (11/10/2025), sempat diwarnai dinamika yang cukup tinggi.
Kejadian bermula sekitar pukul 13.58 WIB, ketika sekelompok massa yang mengklaim sebagai bagian dari GMNI memasuki ruang diskusi publik. Saat itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, tengah menyampaikan sambutannya di hadapan para tamu undangan.
“Konfercab PA GMNI Kota Bekasi, ilegal, karena tidak melibatkan kader kami,” seru salah seorang pemuda yang mengaku sebagai kader GMNI, yang kemudian memicu suasana menjadi kurang kondusif.
Sempat terjadi aksi saling dorong dan ketegangan di antara pihak-pihak yang berbeda pandangan. Panitia dan petugas keamanan segera mengambil langkah-langkah pengamanan, termasuk mengevakuasi Wali Kota Bekasi dari lokasi acara.
Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Kota Bekasi, Heri Purnomo, menanggapi kejadian ini. Ia menilai, bahwa dinamika yang terjadi merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi.
“Menurut saya ini dinamika biasa, itu adik-adik kita juga semua, teman-teman kita juga semua. Jadi mungkin miskomunikasi aja,” tutur Heri Purnomo.
Heri menjelaskan bahwa forum tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi para alumni GMNI. Namun, undangan juga telah disebarkan kepada kader aktif GMNI.
“Ini kegiatan alumni. Bukan kegiatan GMNI aktif, jadi memang, kita ya mengundang, sudah diundang,” ungkap Heri.
Ia berharap kejadian ini dapat menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak agar ruang diskusi dapat dimanfaatkan dengan baik tanpa adanya konflik atau kepentingan tertentu yang merugikan.
“Itu ada juga teman-teman GMNI pada hadir. Ya silahkan aja hadir, kalau memang ada permasalahan apa-apa ya kita melakukan dialog,” tutup. Heri.
Reporter : Fahmi
Editor : Deros






























