Mengenal Skytrain, Bagaimana Sistem Transportasi Tanpa Awak Bakal Mengubah Bekasi

Infobekasi.co.id – Bayangkan, melayang di atas kemacetan Bekasi dengan kereta tanpa awak, cepat, dan nyaman. Itulah wacana pembangunan Skytrain, inovasi transportasi siap mengubah wajah kota Bekasi. Tapi sebelum membayangkan lebih jauh, kalian musti tahu sejarah-nya juga. Apa itu Sytrain, dari mana transportasi itu berasal hingga ke Indonesia dan wacana Pemkot Bekasi bakal bangun Skytrain. Berikut ulasan-nya dirangkum infobekasi dari berbagai sumber.

Skytrain adalah sistem transportasi otomatis tanpa awak dirancang untuk mengangkut penumpang di area terbatas, seperti bandara, pusat kota, atau kawasan industri. Berbeda dengan kereta konvensional, skytrain biasanya menggunakan jalur layang (elevated) dan berjalan di atas rel atau jalur khusus dengan sistem kendali otomatis. Keunggulannya terletak pada efisiensi, kecepatan, dan kemampuannya mengurangi kemacetan di area padat.

Konsep skytrain pertama kali diwujudkan dengan Wuppertal Schwebebahn, sebuah sistem transportasi gantung di Jerman mulai beroperasi tahun 1901. Meskipun berbeda dalam desain, sistem ini menjadi pelopor transportasi gantung modern. Pada tahun 1985, Vancouver meluncurkan SkyTrain sebagai bagian dari persiapan Expo 86. SkyTrain di Vancouver dikenal sebagai salah satu sistem transportasi otomatis terbesar dan tersukses di dunia, dengan panjang jalur mencapai 79,6 km dan menggunakan teknologi kendali otomatis tanpa masinis.

Singapura mengoperasikan Skytrain di Bandara Changi sejak awal 1990-an. Sistem ini dirancang untuk menghubungkan terminal-terminal di bandara, memudahkan pergerakan penumpang, dan menjadi model bagi pengembangan sistem serupa di negara lain. Bangkok meluncurkan BTS Skytrain pada tahun 1999 sebagai solusi transportasi massal untuk mengatasi kemacetan kota. Sistem ini kini menjadi bagian integral dari transportasi umum di Bangkok, dengan jalur layang, menghubungkan berbagai kawasan penting di kota.

Indonesia mulai mengoperasikan Skytrain pada tahun 2017 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Dikenal dengan nama Kalayang, sistem ini menghubungkan Terminal 1, 2, 3, dan Stasiun Kereta Bandara sepanjang 3,05 km. Skytrain ini menggunakan sistem Automated People Mover System (APMS) dan beroperasi tanpa awak, menjadikannya sebagai moda transportasi otomatis pertama di Indonesia. Pengoperasian Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan penumpang, serta mendukung persiapan Indonesia dalam menyambut acara Internasional seperti Asian Games 2018.

Nah, kalau di Bekasi Bagaimana?. Proyek pembangunan skytrain di Kota Bekasi semakin mendekati kenyataan. Pada 17 Oktober 2025, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengonfirmasi, rencana pembangunan jalur Autonomous Rail Rapid Transit (ART) sepanjang hampir 5 kilometer bakal menghubungkan berbagai titik strategis di Bekasi. Skytrain ini dirancang sebagai moda transportasi elevated tanpa awak yang akan terintegrasi dengan sistem transportasi massal lainnya, seperti KRL, LRT, dan MRT. Jalur ini akan melayani area-area penting seperti universitas, stadion, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan simpul transportasi massal lainnya.

Proyek ini rencananya bakal dibiayai oleh pengembang swasta, dengan dukungan dari pemerintah kota dan Kementerian Perhubungan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa proyek ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah penyangga Jakarta dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Skytrain Bekasi akan berfungsi sebagai feeder bagi sistem transportasi massal yang ada, memudahkan mobilitas warga Bekasi menuju pusat-pusat kegiatan di Jakarta dan sekitarnya. Dengan adanya integrasi ini, diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi transportasi di kawasan Jabodetabek.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyambut baik rencana pembangunan skytrain ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas transportasi di kota tersebut. Ia berharap proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Bekasi.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat, serta sinergi antara sektor publik dan swasta, proyek skytrain di Bekasi diharapkan dapat menjadi model pengembangan transportasi modern efisien dan ramah lingkungan di Indonesia.

Editor : D. Rosyadi

#Skytrain #Infobekasi #Transportasi #Bekasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini