Infobekasi.co.id – Pesantren At-Taqwa Bekasi, bukan hanya sekadar penjaga tradisi, kini bertransformasi menjadi pelopor konsep kota santri berbasis Go Green. Lebih dari sekadar lembaga pendidikan agama, At-Taqwa menjelma menjadi pusat inovasi, memadukan nilai-nilai luhur pesantren dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Semangat Go Green ini berakar dari kecintaan Almarhum KH Noer Ali pada tanaman, yang kemudian diinisiasi secara terstruktur oleh Ketua Umum Ikatan Keluarga Abituren Attaqwa (IKAA), Imam Rusydi.
Program penanaman pohon menjadi oase hijau yang menyegarkan, simbol nyata komitmen Go Green At-Taqwa. Pohon-pohon produktif seperti jati, rambutan, kecapi, mangga, dan petai berpadu serasi dengan pohon pelindung seperti glodogan, tabebuya, dan cemara norfolk, menciptakan harmoni alam yang memanjakan mata.
“Almarhum KH Noer Ali, pendiri pesantren ini, telah menanamkan kecintaan pada alam sejak dulu. Beliau gemar sekali menanam pohon, dan semangat itu terus hidup di At-Taqwa. Kini, kami melanjutkan perjuangannya dengan memadukan tanaman produktif dan pelindung, sebagai bagian dari gerakan Go Green yang berkelanjutan,” kenang Ketum IKAA, Imam Rusydi, dengan nada penuh semangat, saat menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Ponpes Attaqwa Bekasi, Rabu (22/10/25).
“Inisiatif Go Green ini bukan hanya tentang lingkungan, tapi juga tentang pembentukan karakter,” imbuh Imam, menekankan pentingnya kesadaran lingkungan bagi generasi muda.
Implementasi Go Green di lingkungan pesantren bukan tanpa tantangan. Keterbatasan sumber daya, perubahan perilaku, dan koordinasi yang efektif menjadi beberapa kendala yang perlu diatasi. Namun, di balik tantangan tersebut, terbentang peluang besar.
“Pesantren memiliki potensi untuk menjadi pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar, menciptakan lapangan kerja hijau, dan menghasilkan produk-produk ramah lingkungan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, Go Green di lingkungan pesantren dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang inspiratif,” papar Imam.
Gerakan Go Green, masih kata Dia, bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas hidup manusia. Lingkungan yang bersih dan sehat akan berdampak positif pada kesehatan fisik dan mental. Selain itu, Go Green juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan produk dan jasa ramah lingkungan.
“Nilai jual Go Green terletak pada keberlanjutan, efisiensi, dan inovasi. Dengan mengadopsi gaya hidup Go Green, kita tidak hanya melindungi bumi, tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tandasnya.
Santri memiliki peran sentral dalam menjaga lingkungan. Sebagai agen perubahan, santri dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Melalui pendidikan dan dakwah, santri dapat menyebarkan kesadaran tentang pentingnya menjaga alam.
“Selain itu, santri juga dapat terlibat langsung dalam aksi-aksi pelestarian lingkungan, seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan konservasi air. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, santri dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga bumi,” tutup Imam Rusydi.
Reporter: Indro
Editor : D. Rosyadi
#GoGreen #infobekasi #Bekasi #KetumIKAA








































