Kasus Bully Remaja di Bekasi Masuki Duduk Perkara, Pebyebab Dipicu Asmara

Infobekasi.co.id – Kasus perundungan(Bully) yang dialami remaja berinisial MP di Kota Bekasi telah memasuki tahap duduk perkara. Korban diduga dikeroyok oleh empat orang, di mana dua di antaranya merupakan kakak kelasnya di sekolah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (19/11) malam. Ibunda korban, Janih, mengungkapkan kekhawatirannya bermula saat MP berpamitan untuk membeli umpan ikan pada pukul 16.00 WIB. Namun, hingga pukul 18.00 WIB, putranya tak kunjung pulang. Kecurigaan Janih semakin memuncak ketika ponsel MP tidak bisa dihubungi meski telah menelepon hingga sepuluh kali.

“Saya punya firasat anak saya kenapa-kenapa. Biasanya dia paling cepat respon, kalau ditelepon langsung diangkat. Terakhir, 30 menit sesudahnya saya telepon lagi, tetap tidak diangkat,” ujar Janih di Bekasi, Kamis (20/11).

Sekitar 15 menit setelah panggilan terakhir keluarga, MP akhirnya tiba di rumah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Remaja itu menangis histeris sembari merintih kesakitan.

“Anak saya pulang dan bilang, ‘Mama sakit, Mama tidak kuat.’ Dia terlihat sangat syok dan sulit bicara,” tutur Janih menirukan ucapan anaknya.

Setelah kondisi emosionalnya mulai tenang, MP menceritakan bahwa pengeroyokan dipicu oleh kesalahpahaman asmara. Salah satu pelaku merasa cemburu karena korban saling mengikuti akun media sosial mantan pacarnya.

“Masalahnya kata anak saya itu salah paham. Pelaku cemburu karena anak saya follow-followan sama mantannya, padahal cuma berteman saja,” jelas Janih.

Menurut korban, awalnya ia diajak bertemu di sebuah warung kopi, kemudian dibawa ke tempat sepi dan langsung dikeroyok. Akibat kejadian itu, MP mengeluhkan sakit parah pada bagian leher dan tulang iga.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan telah menerima laporan. Polisi menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas semua pelaku dan menuntut tuntutan hukum setimpal.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah mengantar korban ke RSUD Kota Bekasi untuk melakukan visum dan memintai keterangan lengkap dari korban,” pungkasnya.

AT

Editor : D. Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini