Infobekasi.co.id – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, seluruh jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut dan unit pelaksana di lapangan harus siaga 24 jam memasuki masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, mengingat potensi cuaca ekstrem di laut yang bisa muncul.
“Gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan intens dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Karena itu, siaga harus penuh tanpa kompromi,” tegas Dudy saat membuka Rapat Kerja Ditjen Perhubungan Laut dan Rapat Koordinasi Angkutan Laut Natal-Nataru, waktu lalu.
Berdasarkan survei Potensi Pergerakan Orang, sebanyak 2,62 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan menggunakan moda laut. Hal itu membuat keselamatan menjadi poin krusial yang tidak boleh dilewatkan.
“Keselamatan bukan hanya prioritas, keselamatan adalah harga mati. Yang terbaik adalah keselamatan yang tidak disadari karena tidak ada insiden sama sekali,” ungkapnya.
Dalam rapat tersebut, Dudy juga memberikan sejumlah instruksi, antara lain, memperketat pemeriksaan kelaiklautan kapal (ramp check), memperkuat pengawasan kelebihan muatan, mengoptimalkan kesiapsiagaan SAR, dan melakukan koordinasi real-time dengan BMKG serta instansi terkait.
“Kapal yang tidak memenuhi standar tidak boleh berlayar. Informasi cuaca ekstrem harus disampaikan cepat dan jelas,” pinta Dudy.
(DR)








































