Infobekasi.co.id – Salah satu topik yang kerap dibicarakan warga sepanjang tahun 2025 adalah layanan ojek online (ojol) dikelola oleh dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yaitu Nadhlatul Ulama (NU) dengan NUjek dan Muhammadiyah dengan Zendo.
Meskipun kedua layanan ini sudah hadir cukup lama, kehadirannya tetap relevan dan menambah variasi di pasar ride-hailing yang kini didominasi oleh dua pemain utama, Gojek dan Grab.
Keunikan ojek online milik Muhammadiyah dan NU terletak pada keakuratan jangkauan di daerah-daerah yang didukung oleh jaringan organisasi keagamaan, serta nilai-nilai yang diusung.
Berikut tentang ojek online milik Muhammadiyah dan Nadhlatul Ulama (NU) yang beredar di Indonesia dikutip infobekasi dari beberapa sumber:
Zendo (Ojek Online Muhammadiyah).
Beroperasi 10 Tahun, Menjangkau 70+ Kota. Zendo diluncurkan tahun 2015 oleh Lutfy Azizah, yang saat ini menjabat sebagai CEO. Layanan ini dikelola secara mandiri oleh Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), badan usaha menjadi anak perusahaan Muhammadiyah. Setelah beroperasi selama sepuluh tahun, Zendo telah memperluas jangkauannya ke lebih dari 70 kota di seluruh Indonesia, termasuk Bekasi, Yogyakarta, Batam, Surabaya, dan Medan.
Selain layanan angkutan dan pengantaran, Zendo juga pernah meluncurkan program khusus seperti “Zendo Amal” yang menyediakan angkutan gratis untuk lansia dan orang dengan disabilitas di beberapa kota, serta kerja sama dengan UMKM Muhammadiyah untuk memperluas saluran penjualan.
NUjek (Ojek Online Milik Nadhlatul Ulama)
Hadir Sejak 2018, menawarkan Jasa Profesional Tambahan. NUjek dikelola langsung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan diluncurkan tahun 2018 oleh Mochammad Gozali, yang saat ini menjabat sebagai CEO.
Meskipun Gojek dan Grab masih mendominasi sekitar 85 persen pasar ride-hailing Indonesia menurut laporan lembaga riset, kehadiran NUjek dan Zendo tetap diminati oleh masyarakat yang mencari alternatif dengan nilai-nilai keagamaan dan keakraban lokal.
Kedua layanan ini juga sering menawarkan promosi khusus pada hari-hari keagamaan atau acara besar organisasi mereka, yang meningkatkan minat pengguna.





























