Infobekasi.co.id – Di balik gemilangnya prestasi Ahmad Habiebie sebagai Best Goalkeeper Piala Asia Futsal 2026, ada satu nama yang disebut sang kiper sebagai pahlawan di awal kariernya. Ia adalah Bang Peking alias Ahmad Alfyanto.
Bagi Habiebie, pemuda asal Kampung Utan Ceger, Bekasi, Bang Peking bukan sekadar senior di sekolah. Ia adalah sosok kunci yang memberikan arahan, teknik, hingga motivasi saat jalan menuju karier profesional terasa buntu.
Pertemuan keduanya bermula di SMK Permata Bangsa, Bekasi. Di sana, Bang Peking mendedikasikan waktunya untuk melatih adik-adik kelasnya tanpa mengharap imbalan.
“Bang Peking itu senior di sekolah juga. Dia suka melatih kami dengan tanpa biaya sama sekali,” kenang Habiebie saat ditemui di kediamannya, Minggu (8/2/) kemarin.
Momen paling krusial peran Bang Peking terjadi saat Habiebie sempat menganggur setahun setelah lulus sekolah. Di tengah ketidakpastian masa depan, Bang Peking memberikan tantangan sekaligus “ultimatum” yang memacu adrenalin Habiebie untuk membuktikan diri.
“Saya ingat sekali pesan Bang Peking saat saya menganggur. Dia bilang, kalau (dalam setahun ini) tidak ada hasil di futsal, lebih baik kerja saja. Pesan itu yang membuat saya mati-matian di futsal,” ujar Habiebie.
Berkat dorongan keras sang mentor, Habiebie yang saat itu giat mengikuti turnamen antar kampung (tarkam) akhirnya berhasil menembus tim Liga Pro. Sejak itu, karier pemuda Bekasi ini melesat tajam, mulai dari Porda Bekasi, emas PON 2022 untuk Jawa Barat, hingga menjadi pahlawan Timnas Indonesia di kancah Asia.
Kini, meski telah menjadi kiper nomor satu di Asia, Habiebie tetap membumi dan tak melupakan jasa Bang Peking yang membimbingnya sejak di lapangan sekolah.
“Alhamdulillah, berkat arahan beliau, hasilnya lumayan baik di futsal dan bisa sampai ke titik ini,” pungkasnya.
Penulis: dpr
Editor: Deros








































