infobekasi.co.id – PK-Tren Indonesia menggelar Halaqah Nasional di Aula PPQS Nurani, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (10/2) lalu. Acara yang hadiri para kiai, akademisi, dan santri itu membahas tema “Kebutuhan Realitas Kontemporer terhadap Kajian Fikih Transformasi: Tantangan Pendidikan Keagamaan dan Arah Pembaruannya”.
Dalam acara tersebut, PK-Tren Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas al-Wasatiyah dari Republik Yaman. Kerja sama ini membuka akses pendidikan tinggi Islam bagi santri dan alumni pesantren Indonesia melalui jalur reguler, jarak jauh, maupun daring.
“Kerja sama ini memberikan peluang beasiswa, keringanan biaya, dan pusat ujian resmi di Indonesia,” ujar K.H. M. Ilyas Marwal, Ketua Umum PK-Tren Indonesia. Ia menambahkan, kerja sama ini juga untuk memperkuat jejaring pendidikan Islam internasional.
Acara dihadiri perwakilan pengurus PK-Tren Indonesia, pimpinan pesantren, tokoh masyarakat, serta perwakilan Universitas al-Wasatiyah. Para peserta membahas bagaimana pendidikan Islam harus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan tradisi klasik.
Redaktur : Dede Rosyadi








































