Skip to content

Kurma Buah Identik Ramadan: Historis, Religi dan Manfaat Kesehatan

Infobekasi.co.id – Bulan suci Ramadan selalu identik dengan kehadiran buah kurma saat berbuka puasa. Di berbagai negara Muslim, termasuk Bekasi, kurma menjadi makanan yang hampir tidak pernah absen saat waktu berbuka tiba. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan memiliki historis, nilai keagamaan yang kuat, serta manfaat kesehatan yang telah diakui sejak lama.

Kebiasaan berbuka puasa dengan kurma merujuk pada sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa hadis disebutkan, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk berbuka dengan kurma matang. Jika tidak tersedia, air putih menjadi pilihan. Anjuran ini kemudian diikuti umat Muslim hingga sekarang, menjadikan kurma sebagai simbol khas Ramadan.

Kurma juga disebut dalam kitab suci Al-Qur’an. Salah satu kisah yang terkenal adalah, ketika Maryam diperintahkan menggoyang pohon kurma untuk mendapatkan buah sebagai sumber makanan dan kekuatan saat melahirkan Nabi Isa AS. Kisah tersebut memperkuat makna spiritual kurma sebagai makanan yang penuh berkah.

Tanaman kurma telah dibudidayakan lebih dari 5.000 tahun lalu, terutama di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara. Negara seperti Arab Saudi, Mesir, Iran, dan Irak dikenal sebagai produsen utama kurma dunia. Bagi masyarakat gurun, kurma bukan hanya buah, tetapi sumber energi utama, karena tahan lama dan kaya nutrisi.

Seiring perkembangan perdagangan global, kurma kini mudah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Permintaan biasanya meningkat tajam menjelang Ramadan.

Secara ilmiah, kurma memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh, terutama saat berbuka puasa setelah seharian menahan lapar dan haus. Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang cepat diserap tubuh sehingga mampu mengembalikan energi dengan cepat.

Selain itu, kurma juga kaya akan serat yang membantu sistem pencernaan. Kalium untuk menjaga kesehatan jantung. Magnesium dan zat besi. Antioksidan untuk melawan radikal bebas

Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi kurma dalam jumlah wajar dapat membantu menjaga kestabilan gula darah serta mendukung kesehatan usus.

Di Indonesia, jenis kurma yang populer saat Ramadan, seperti kurma Ajwa, Medjool, Sukari, hingga Deglet Noor. Masing-masing memiliki karakter rasa, tekstur, dan tingkat kemanisan yang berbeda, sehingga konsumen dapat memilih sesuai selera dan kemampuan ekonomi.

Lebih dari sekadar buah, kurma telah menjadi simbol kebersamaan di bulan Ramadan. Tradisi berbagi kurma kepada keluarga, tetangga, hingga jamaah masjid saat kegiatan buka puasa bersama mencerminkan nilai sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat Muslim.

Momentum Ramadan juga membawa dampak ekonomi, terutama bagi para pedagang kurma musiman yang bermunculan saat bulan puasa.

Editor: Dede Rosyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *