Mudik 2026, NebengAja Tawarkan Alternatif Transportasi Darat Lebih Hemat dan Terorganisir

Infobekasi.co.id – NebengAja (nebengaja.com), platform teknologi carpooling pertama di Indonesia, resmi hadir untuk mentransformasi kebiasaan masyarakat yang selama ini berkoordinasi secara manual melalui grup WhatsApp yang sering kali penuh sesak dan tidak terverifikasi. Platform ini hadir menjawab kebutuhan akan sistem tumpang-menyetrum yang lebih terorganisir, aman, dan efisien.

Selama ini, ribuan warga di wilayah Jabodetabek masih terjebak dalam sistem nebeng informal yang berisiko terkait keamanan dan keteraturan. Menanggapi hal ini, CEO NebengAja, Reza, menjelaskan bahwa pendekatan platform ini adalah membangun infrastruktur teknologi di atas kebiasaan yang sudah ada, bukan menciptakan kebiasaan baru.

“Kami tidak perlu menciptakan kebiasaan baru, kami hanya perlu membangun infrastruktur di sekitar kebiasaan yang sudah sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari orang Indonesia,” ujar Reza dalam keterangannya.

Melihat proyeksi jumlah pemudik tahun 2026 yang mencapai 150 juta orang, di mana 60 persennya mengandalkan jalur darat, NebengAja hadir sebagai solusi krusial di tengah melambungnya biaya transportasi konvensional. Berbeda dengan aplikasi transportasi online komersial, NebengAja mengusung konsep berbagi biaya (cost-sharing).

Sistem ini memungkinkan penumpang dan pengemudi untuk berbagi biaya bahan bakar dan tol secara transparan. Hal ini berdampak signifikan pada penghematan biaya perjalanan, yang bisa ditekan hingga 60-70 persen dibandingkan dengan menggunakan pilihan transportasi lain.

Menjelang momen Mudik 2026, platform ini secara aktif merekrut pengemudi dengan rute perjalanan dari Jawa Barat (meliputi Bandung, Garut, Tasikmalaya) hingga Jawa Timur (Surabaya, Malang). Para pengemudi ini diharapkan dapat berbagi kursi kosong mereka kepada pemudik yang telah melalui proses verifikasi.

Chief Technology Officer (CTO) NebengAja, Heri, menjelaskan alasan di balik pengembangan platform berbasis web. “Kami sengaja membangun platform ini berbasis web agar memudahkan adopsi secara cepat oleh masyarakat luas,” ungkap Heri.

Meskipun berbasis web, fitur keamanan yang ditawarkan sangat lengkap dan ketat. Mulai dari verifikasi KYC (Know Your Customer) bagi pengemudi, sistem pembayaran aman di dalam platform, hingga filter khusus untuk kenyamanan pengguna, seperti opsi mobil “Khusus Wanita” dan “Ramah Hewan Peliharaan”.

Sejak diluncurkan pada Desember 2025, NebengAja telah menarik minat komunitas nebeng yang sudah mapan, terutama di wilayah Cikupa-Tangerang. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 150 anggota terdaftar dan 30 pengemudi aktif yang bergabung di wilayah tersebut.

Sebagai bagian dari kampanye khusus Mudik 2026, NebengAja menawarkan insentif menarik berupa cashback sebesar Rp25.000 untuk 25 pengemudi pertama yang berhasil menyelesaikan perjalanan pertama mereka melalui platform. Penawaran ini berlaku hingga 31 Maret 2026.

Co-Founder dan Chief Communications Officer (CCO) NebengAja, Phil, mengungkapkan, keberadaan komunitas nebeng yang sudah terbentuk adalah modal sosial yang luar biasa.

“Betapa terorganisirnya komunitas-komunitas ini, meski dengan alat yang mereka gunakan seadanya. Grup WhatsApp dengan 900 pengemudi dan penumpang berkoordinasi setiap hari; itu adalah modal sosial yang luar biasa. Kami ingin memberikan teknologi yang layak kepada komunitas itu,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang ingin merasakan kemudahan, keamanan, dan kehematan perjalanan mudik, dapat segera mendaftarkan diri dan menemukan rute perjalanan mereka di situs resmi nebengaja.com.

#Mudik2026 #Infobekasi #Nebengaja #Bekasi

(dpr/DR) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini