Kisah Jejak Om Slem, 7 Tahun Konsisten Mudik Bersepeda dari Bintara ke Kebumen

Infobekasi.co.id – Suasana malam di Bintara Jaya, Bekasi, Sabtu (14/3) terasa berbeda bagi Om Slem. Usai menunaikan ibadah salat Tarawih sekitar pukul 21.00 WIB, Ia tidak lantas tidur, melainkan bersiap mengayuh pedal sepedanya.

Di saat jutaan orang memadati bus dan kereta api, Om Slem justru memilih pulang ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah, dengan mengayuh sepeda.

Ini adalah tahun ketujuh baginya menjalani tradisi mudik yang tak biasa yang dilakukan kebanyakan pemudik. Meski harus menempuh jarak ratusan kilometer, Om Slem tidak merasa keberatan, meskipun harus berpisah jalan dengan anak dan istrinya.

Keluarga tercinta rupanya sudah lebih dulu berangkat mudik menggunakan kendaraan mobil bus agar lebih nyaman. Baginya, mudik dengan sepeda bukan sekadar efisiensi biaya, melainkan kepuasan batin.

“Suka aja, karena memang hobi bersepeda,” ungkapny, saat ditemui infobekasi di Simpang BCP, Sabtu (14/3) malam.

Perjalanan panjang mudik ini diperkirakan bakal memakan waktu selama tiga hari. Agar kondisi fisiknya tetap terjaga dan prima, Om Slem sudah merancang lokasi titik peristirahatan. Kapan saatnya Ia berhenti dan kapan saatnya Ia berjalan. Simpang BCP Bekasi menjadi titik singgah pertamanya, yang kemudian akan dilanjutkan menuju Karawang.

Ada peribahasa indah, mengulang-ulang doa itu
seperti mengayuh sepeda, suatu saat Ia bakal
membawamu ketempat yang kamu tuju.

(Dwi/dpr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini