Ukuran Tempe Menyusut di Tengah Lonjakan Harga Kedelai, Ini Komentar Warga Bekasi

Infobekasi.co.id – Kenaikan harga kedelai yang terjadi belakangan ini membuat pedagang tempe terpaksa memangkas ukuran tempe. Keputusan itu dikeluhkan warga, yang biasanya dapat banyak kini menyusut.

Zain, warga Kecamatan Bekasi Barat, mengaku tempe merupakan lauk andalannya, hampir setiap hari dikonsumsi, baik di rumah maupun di kantin tempat Ia bekerja.

“Kalau harga jualnya masih terjangkau, tapi ukurannya sekarang jauh lebih kecil dari biasanya,”  terang Zain kepada infobekasi, Sabtu (11/4/2026).

Akibat ukurannya yang semakin menyusut, Zain terpaksa membeli dalam jumlah lebih banyak. Secara tidak langsung, hal ini membuat pengeluaran belanja hariannya menjadi bertambah dibandingkan sebelumnya.

“Biasanya cukup beli dua potong, sekarang harus beli tiga potong agar cukup untuk makan sekeluarga,” tutur Zain.

Zain memaklumi keputusan para pedagang tempe. Keputusan mengecilkan ukuran tempe daripada menaikan harga jual. Meski hal itu hanya siasat saja biar pelanggan tidak kabur.

Beda denganAhmad, warga Kecamatan Bekasi Timur. Ia tidak keberatan dengan pengecilan ukuran tersebut. Namun, berharap kondisi ini tidak berlangsung dalam waktu lama dan bisa kembali normal lagi.

“Kalau cuma dikecilkan sih masih oke, daripada harganya naik. Tapi harapannya jangan berlarut-larut,” katanya.

Bagi Ahmad, tempe menjadi salah satu pilihan lauk masyarakat, karena harganya yang relatif terjangkau. Jika kondisi ini terus berlanjut, Ia khawatir daya beli masyarakat, terutama kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah. Ahmad berharap, ada kebijakan dari pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai di pasaran.

“Kalau bisa ada solusi dari pemerintah supaya harga kedelai bisa normal kembali seperti sedia kala,” tegasnya.

(Fahmi)

Editor : Dede R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini