Infobekasi.co.id – Pemerintah Kota Bekasi bakal melatih petugas penjaga perlintasan sebidang berada di kawasan Bulak Kapal dan Ampera, Kecamatan Bekasi Timur. Langkah ini diambil guna mencegah terulangnya peristiwa kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
Ke depannya, kedua lokasi tersebut akan dijaga secara terus-menerus oleh petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP guna menjamin keselamatan pengguna jalan. Sebanyak 22 orang petugas telah disiapkan untuk mengikuti pelatihan khusus, dengan tahap awal diikuti oleh 16 orang.
“Menjaga perlintasan kereta tidak bisa dilakukan sembarangan dan membutuhkan pengetahuan khusus. Pelatihan ini bertujuan agar petugas dapat bertugas secara profesional dan sesuai standar keselamatan yang ditetapkan,” ujar Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Selasa, 5 Mei 2026.
Lebih jauh Tri Adhianto menyatakan, ke depan sistem pengamanan akan dialihkan ke sistem otomatis, karena saat ini masih dijalankan secara manual. Selain itu, pihaknya bakal menutup seluruh perlintasan kereta api yang tidak berizin, termasuk yang ada di wilayah Kranji.
“Lebih baik masyarakat menempuh rute yang agak jauh daripada harus menghadapi bahaya yang bisa merenggut nyawa,” saran Tri Adhianto.
Pemerintah Kota Bekasi juga menegaskan, pembangunan jembatan layang Bulak Kapal menjadi salah satu prioritas utama. Anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan mencapai Rp116 miliar, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2026.
“Semua upaya ini dilakukan bersama. Kami berharap prosesnya berjalan lancar dan tidak ada lagi peristiwa serupa yang terjadi di masa mendatang,” tutup Tri Adhianto.
(Fahmi)
Editor : Dede R






























