Skip to content

Polisi Periksa 6 Saksi, Peluru Nyasar ke Bocah Diduga Senapan Angin

Infobekasi.co.id – Pihak kepolisian telah mengamankan satu butir proyektil peluru yang bersarang di tubuh ANS (9), korban kejadian peluru nyasar di Kampung Baru, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Peluru tersebut akan dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk uji balistik.

Langkah ini dilakukan guna mengidentifikasi spesifikasi senjata sekaligus menelusuri pelaku penembakan di lokasi kejadian.

Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, menegaskan, hasil uji laboratorium forensik menjadi kunci utama dalam penyelidikan ilmiah kasus ini.

“Proyektil yang diangkat dari tubuh korban saat ini telah diamankan sebagai barang bukti. Selanjutnya akan dilakukan uji balistik di laboratorium forensik untuk mengetahui spesifikasi dan ukuran proyektil tersebut,” ujar AKP Usep Aramsyah di lokasi, Selasa (7/7).

Berdasarkan analisis awal, proyektil yang melukai korban diduga kuat berasal dari senapan angin. Usep mengingatkan senjata jenis ini memiliki daya rusak tinggi dan diatur ketat oleh hukum, bukan sekadar mainan.

“Sementara dugaan kami proyektil berasal dari senapan angin. Penggunaan senapan angin memiliki aturan tersendiri, karena senjata ini masuk kategori senjata api yang penggunaannya harus sesuai peraturan perundang-undangan,” tambahnya.

Sambil menunggu hasil uji balistik, petugas gabungan terus melakukan penelusuran di lapangan. Hingga kini polisi telah memeriksa enam orang saksi: tiga teman bermain korban, satu warga lokasi, serta Ketua RT dan Ketua RW setempat.

“Sudah ada enam orang yang dimintai keterangan, yakni tiga teman korban yang bermain bersama, satu warga di lokasi, Ketua RT, dan Ketua RW,” tutur AKP Usep.

Penelusuran sempat terkendala minimnya kamera pengawas (CCTV) di kawasan pemukiman tersebut. Akibatnya, upaya pencarian pelaku dilakukan secara konvensional.

“Sampai saat ini identitas pelaku belum diketahui. Penyelidikan masih berjalan. Mengingat minim CCTV di sekitar lokasi, kami melakukan penelusuran secara manual dengan metode sambang atau kunjungan ke rumah warga untuk mencari informasi terkait pengguna senapan angin di sekitar kejadian,” pungkasnya.

(Ari/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *