Skip to content

Perubahan Wajah Peron Kereta Api, Dari Kayu Hingga Beratap Baja

Infobekasi.co.id – Jika kita naik kereta api, sering kali duduk atau berdiri di bangunan yang beratap landai, menunggu kereta tujuan tiba. Tempat tunggu itu disebut peron.

Di Stasiun Bekasi, wajah peron terus berubah mengikuti zaman. Pada 31 Maret 1887 di bawah pengelolaan Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS), dengan bentuk peron yang sangat sederhana.

Saat pertama kali dibangun sebagai halte kecil, peronnya terbuat dari bahan kayu dan tanah yang dipadatkan saja. Fungsinya kala itu melayani jalur pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan dari arah Karawang menuju Batavia.

Ketika kepemilikan beralih ke Staatsspoorwegen (SS) akibat kendala keuangan BOS, fasilitas diperbaiki menjadi lebih permanen. Dibangun juga kanopi peron berbahan seng dan kayu guna melindungi penumpang, bersamaan dengan pembangunan ruang tunggu lebih layak.

Pada tahun 1988, stasiun ini memiliki lima jalur rel. Jalur 1-3 dilengkapi peron untuk naik‑turun penumpang, sedangkan jalur lainnya digunakan untuk bongkar muat batu bara. Perubahan besar terjadi pada tahun 1995, saat jalur dielektrifikasi demi operasional KRL, pada tahun inilah peron ditinggikan dan disesuaikan standarnya.

Kini, wajah peron yang berubah total tampak jelas. Mulai dibangun tahun 2019, peron modern beratap baja dengan tiang‑tiang penyangga berwarna oranye ikonik menjadi ciri baru. Pembangunan ini merupakan bagian dari proyek Jalur Dwiganda Manggarai-Cikarang, guna memisahkan peron pelayanan kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line.

Data: Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *