Skip to content

Di Balik Selorokan: Cerdiknya Benteng Pengaman Rumah Jawara dan Tuan Tanah

Infobekasi.co.id – Selorokan kerap ditemui di rumah zaman dulu, berfungsi sebagai benteng rahasia para jawara dan rumah gedong milik tuan tanah pada umumnya. Pada masa silam, data dari beberapa sumber, rumah‑rumah para tuan tanah dan jawara di Bekasi dilengkapi sistem pengunci yang sangat cerdik.

Selain pengunci utama di tengah pintu, dipasang juga selorokan ganda yang tersembunyi di bagian paling atas atau bawah daun pintu, sehingga tak terlihat dari luar. Kala itu selorokan menjadi benteng paling diandalkan.

Ketika pasukan penjajah atau gerombolan penyamun mencoba mendobrak bagian tengah yang disangka sebagai satu‑satunya titik kunci, pintu tetap kokoh dan bergeming lantaran ditahan selorokan rahasia tersebut.

Selorokan pintu bisa menjadi penyelamat pemilik rumah, saat musuh kebingungan disitu ada jeda waktu, menjadi peluang berharga bagi penghuni rumah bersiap menghadapi bahaya atau meloloskan diri lewat pintu belakang. Berjalan waktu, selorokan banyak digunakan masyarakat umum, bukan hanya tuan tanah dan jawara. Fungsinya, menghalau maling masuk ke rumah.

Era ini juga meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bagi generasi masa itu. Bunyi gesekan besi selorokan berbunyi klek atau srek. Suara itu menjadi semacam bahasa isyarat tak tertulis di dalam rumah, menandakan ada anggota keluarga yang baru pulang atau seseorang yang sedang mengunci diri di dalam kamar.

Memasuki pertengahan abad ke‑20, terjadi masa transisi. Bahan logam mulai dikenal dan digunakan luas di pedesaan maupun pinggiran kota.

Selorokan kayu yang besar dan padat perlahan digantikan besi tempa atau kuningan yang lebih praktis. Di masa ini juga dikenal variasi pengunci lain, seperti kokot pintu, berupa kaitan besi atau kawat bengkok yang dicantolkan pada paku, yang umum dipakai untuk pintu ruang bagian dalam.

Seiring berubahnya wajah wilayah Bekasi menjadi kawasan perkotaan, bentuk hunian pun bergeser. Rumah tradisional perlahan hilang berganti bangunan bergaya minimalis dan perumahan kluster.

Selorokan pun ikut bertransformasi. Bentuknya lebih ramping, bahannya berupa baja tahan karat atau aluminium ringan, dan fungsinya kini hanya sebagai pengunci tambahan pendamping kunci utama, bukan lagi sebagai pengaman tunggal.

Sebuah bukti, bagaimana alat sederhana peninggalan leluhur terus berevolusi demi menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.

(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *