Skip to content

Dari Kusir Gerobak Jadi Makian, Ini Akar Mula Kata ‘Bajingan’ Berasal

Infobekasi.co.id – Saat berpidato puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke‑79 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 12 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto menyinggung penggunaan kata ‘bajingan’ yang diucapkannya.

Ia sempat bertanya langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

“Presiden boleh ngomong bajingan enggak? Boleh? Aku enggak tanya kalian, aku tanya Menteri Pendidikan,” tanya Presiden RI ke 8 tersebut.

Di hadapan hadirin, Prabowo menilai, kata bajingan  bukanlah ujaran kasar. Bahkan Dia mengira, kata bajingan dari bahasa Betawi.

“Bajingan bahasa apa itu? Bahasa Betawi, ya?. Saya lahir Betawi, jadi maaf kalau saya semangat, kata‑kata Betawi keluar,” katanya.

Namun, penelusuran sejarah bahasa dari beberapa sumber, asal‑usul kata ini sebenarnya berakar dari bahasa Jawa, bukan asli Betawi.

Awalnya, sejak masa Kerajaan Mataram Islam, abad ke‑16, bajingan adalah sebutan untuk kusir atau pengemudi gerobak sapi/kerbau, profesi penting yang mengangkut hasil bumi dan barang dagangan.

Seiring berjalannya waktu, maknanya bergeser. Gerak gerobak yang lambat serta perilaku sebagian oknum pengemudi mengubah sebutan profesi itu menjadi ejekan, lalu berkembang menjadi kata makian.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), saat ini makna bajingan berkonotasi negatif, yakni penjahat, pencopet, atau sebutan bagi orang yang dianggap kurang ajar.

Kata ini kemudian menyebar luas dan diserap ke dalam percakapan masyarakat Jakarta serta ragam bahasa Betawi, sehingga terbiasa dipakai sehari‑hari meski akarnya berasal dari budaya Jawa.

Bagaimana menurut kalian?

(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *