Skip to content

Kisah Benyamin: Pernah Tolak Tawaran Presiden Soeharto, Diminta Jadi Menteri

Info Bekasi.co.id – Nama besar Benyamin Sueb atau akrab disapa Bang Ben, bukan hanya dikenal sebagai maestro seni Betawi, musisi, aktor, seniman legendaris, melainkan juga sebagai sosok yang berani menolak tawaran kekuasaan tertinggi negara demi memegang teguh prinsip diri dan kecintaannya pada dunia seni.

Pada akhir tahun 1970‑an, Presiden Soeharto memanggil Benyamin ke kediaman Cendana. Di hadapan sahabatnya, Wiryanto, sang pemimpin negara secara mengejutkan menawarkan jabatan Menteri Penerangan, posisi yang kelak bakal dijabat oleh sahabat lamanya, Harmoko. Namun, tawaran bergengsi itu ditolak mentah‑mentah oleh Benyamin.

Penolakan itu bukan lantara Benyamin merasa tidak mampu, melainkan didasari kesadaran diri soal mental berhadapan dengan godaan kekuasaan. Bahkan ketika kembali ditawari kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Babeh panggilan akrab Benyamin dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini pun menolak dan justru merekomendasikan sahabatnya, Eddy Sud.

Alasan penolakannya diungkapkan secara jujur namun penuh kelucuan dan celotehan khasnya, seperti yang ditirukan oleh Wiryanto.

“Saya kagak berani, Pak Presiden. Saya orangnya belum kebal, suka kagak tahan godaan. Nanti kalau ada yang dateng bawa duit lima karung, gimana?. Masak saya tolak. Ditolak mubazir, saya terima jadi korupsi, dong,” kelakar Benyamin dengan logat khas Betawinya.

Bagi Benyamin, pilihan hidupnya sudah bulat. Putranya, Benny Pandawa, pernah mengenang, sosok Babeh memang benar-benar seni, baginya kesenian sudah mendarah daging, tidak mau masuk dalam ranah perpolitikan apalagi haus kursi jabatan kekuasaan.

“Babe cinta banget sama dunia musik dan seni sampai nggak rela ninggalin,” kenang Benny Pandawa.

Benyamin Sueb meninggal pada 5 September 1995. Empat menteri, yaitu Harmoko, Azwar Anas, Abdul Latief, dan Hayono Isman, hadir mengantar jenazahnya hingga ke TPU Karet Bivak. Sesuai wasiat terakhirnya, Benyamin Sueb dimakamkan tepat di sisi Bing Slamet, sahabat sekaligus guru yang sangat dihormatinya.

Data: Dilansir dari berbagai Sumber

(Ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *