Dari Damen hingga Jarami, Istilah Petani di Bekasi
Infobekasi.co.id – Istilah damen padi mungkin terdengar asing bagi masyarakat perkotaan. Namun bagi kalangan petani, istilah ini merujuk pada batang dan tangkai padi sudah kering setelah panen dan memiliki banyak manfaat, mulai dari pakan ternak, media tanam jamur, hingga bahan kerajinan ramah lingkungan. Uniknya, di wilayah Bekasi yang menjadi pertemuan berbagai budaya, penyebutannya sangat beragam.
Sebagai wilayah pertemuan budaya yang sering dijuluki sebagai peralihan antara budaya Betawi dan Priangan, Bekasi tidak memiliki satu sebutan tunggal. Secara umum, mayoritas warga menggunakan kata jerami atau sekadar batang padi dalam percakapan sehari-hari. Namun secara sosiolinguistik, penyebutan ini terbagi menjadi tiga zona budaya yang berbeda.
Di Bekasi bagian Utara dan Barat yang kental dengan budaya Betawi, warga umumnya menggunakan istilah jerami atau pohon padi. Sementara di wilayah Selatan dan Timur yang berbatasan langsung dengan Bogor dan Karawang, seperti Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, dan Setu, warga yang mayoritas berbahasa Sunda lebih akrab menyebutnya jarami.
Ada juga sebagian orang Bekasi menyebutnya damen. Istilah ini dipakai dari bahasa Jawa untuk menyebut jerami. Bagian batang dan tangkai tanaman padi yang telah mengering setelah bulir gabahnya dipanen.
Keragaman bahasa ini semakin lengkap di beberapa kawasan persawahan Kabupaten Bekasi. Di lahan yang digarap warga keturunan Jawa, istilah asli damen masih sering digunakan dalam pergaulan antar petani.
#infobekasi #BahasaLokal #Kebekasian


