Dari Peternak, Pengepul hingga Telur Asin: Potensi Ternak Bebek di Bekasi
Infobekasi.co.id – Beternak bebek salah satu pilihan bisnis bagi kalian yang sedang mencoba berbisnis. Selain perawatannya tidak rumit dan tidak membutuhkan lahan luas, permintaan pasar terhadap telur maupun daging bebek selalu stabil setiap harinya.
Mulai dari pedagang pasar tradisional, pembuat telur asin, hingga rumah makan yang menyajikan olahan bebek, semuanya selalu membutuhkan pasokan yang teratur.
Untuk kandang dan lahan, cukup manfaatkan halaman belakang atau lahan kosong yang teduh, berangin baik, dan tidak becek. Buat alas kandang dari jerami atau sekam padi, serta sediakan wadah air dangkal untuk tempat minum sekaligus mandi agar bulu dan kesehatan bebek terjaga.
Selalu jaga kebersihan kandang agar tidak lembab, karena bebek sangat rentan terkena penyakit saluran pernapasan. Beternak bebek salah satu pilihan usaha yang tepat untuk kalian yang ingin memulai bisnis sampingan dengan modal yang bisa disesuaikan kemampuan.
Saat memilih bibit, sesuaikan dengan tujuan usaha. Untuk penghasil telur, pilih jenis Mojosari, Khaki Campbell, atau bebek Karawang yang mampu menghasilkan 200 hingga 300 butir telur per ekor dalam setahun.
Jika untuk daging, pilih jenis Peking atau Serati yang siap panen pada usia dua setengah hingga tiga bulan. Sedangkan jenis Alabio cocok jika ingin mengambil keuntungan dari telur sekaligus daging.
Pastikan memilih bibit yang lincah, bulu lengkap, dan tidak ada cacat fisik. Untuk pakan, tekan biaya dengan mencampur dedak halus bersama jagung giling, ampas tahu, sisa sayuran, hingga serangga kecil yang ada di sekitar lingkungan. Pakan alami ini selain murah juga membuat kualitas telur dan daging menjadi lebih baik.
Di balik aktivitas peternak, terdapat peran pengepul telur bebek yang menjembatani pasokan dari kandang hingga ke tangan konsumen. Mereka rutin mengambil hasil panen langsung dari peternak, lalu mendistribusikannya ke pasar induk, pedagang eceran, maupun pengrajin telur asin.
Banyak pengepul yang juga merangkap sebagai pengolah, telur yang dikumpulkan tidak hanya dijual dalam keadaan mentah, melainkan diolah terlebih dahulu menjadi telur asin.
Proses ini menambah nilai jual sekaligus memperpanjang masa simpan, sehingga bisa dipasarkan lebih luas hingga ke luar daerah. Keberadaan mereka membuat peternak tidak perlu pusing memikirkan pemasaran, karena hasil panen pasti terserap, sementara konsumen pun lebih mudah mendapatkan produk siap pakai.
Berdasarkan data harga pasar di wilayah Bekasi dan sekitarnya per akhir Juli hingga awal Agustus 2026, telur bebek dari peternak oleh pengepul berkisar Rp2.000 hingga Rp2.300 per butir telur segar, sedangkan harga eceran di pasar tradisional berada di rentang Rp2.300 hingga Rp2.800 per butir.
Sementara itu, telur asin matang hasil olahan dijual mulai dari Rp3.000 hingga Rp4.000 per butir tergantung kualitas dan tempat penjualan, serta daging bebek potong rata-rata dihargai Rp35.000 hingga Rp40.000 per ekor .
Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pasokan dan permintaan di lapangan. Sebagai gambaran sederhana, jika memelihara 50 ekor bebek petelur, dalam sebulan bisa terkumpul sekitar 1.200 hingga 1.300 butir telur. Bagaimana warga Bekasi, berminat beternak bebek?
#infobekasi #TernakBebek#UsahaBisnis
Foto: Ari/infobekasi


