Skip to content

Dampak El Nino, Kemarau di Kabupaten Bekasi Diperkirakan Berlanjut hingga September

Infobekasi.co.id – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menegaskan, status kekeringan di wilayah Kapupaten Bekasi masih berada pada tahap siaga darurat, meskipun dampaknya semakin meluas ke berbagai kecamatan.

Peningkatan status menjadi tanggap darurat akan diputuskan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan serta prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga bulN September 2026 dan berpotensi memanjang akibat fenomena El Nino.

Lebih jauh Dodi menegaskan, percepatan pembangunan infrastruktur pengairan di wilayah hulu menjadi solusi jangka panjang yang sangat dibutuhkan.

“Kami berharap pembangunan bendungan di wilayah hulu segera selesai, sehingga air hujan dapat ditampung saat musim penghujan dan dimanfaatkan sepenuhnya ketika musim kemarau tiba,” ujar Dodi, Senin (3/8/2026).

Data BPBD per 29 Juli 2026 pukul 22.00 WIB, kekeringan telah memicu krisis air bersih bagi 12.407 Kepala Keluarga atau setara 37.972 jiwa.

Selain itu, tercatat 3.002 hektare lahan pertanian di 15 kecamatan dan 52 desa mengalami dampak kekeringan. Hingga saat ini, distribusi bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 3.067.300 liter.

Wilayah yang terdampak meliputi sembilan kecamatan: Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, hingga Tarumajaya.

(Fahmi/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *