Pasar Lama dan Pasar Baru: Cerita 3 Abad Perputaran Ekonomi di Bekasi
Infobekasi.co.id – Pasar Bekasi konon telah berdiri sejak 300 tahun silam (tiga abad). Cikal bakal pasar tertua ini terletak yang kini dikenal sebagai Pasar Proyek, bagi generasi terdahulu dengan penuh kenangan disebut sebagai “Pasar Lama”.
Dahulu, keberadaan Pasar Lama tak terlepas dari peran Klenteng Hok Lay Kiong yang berdiri tak jauh dari sana.
Kawasan itu menjadi pusat aktivitas perdagangan warga Tionghoa yang mendiami wilayah Bekasi tempo dulu.
Letak pasar pun tak dipilih begitu saja. Saat itu, jalur transportasi paling andal adalah aliran sungai. Karena itulah, Pasar Bekasi tumbuh subur di tepian Kali Bekasi, memudahkan pengangkutan barang dan orang antar wilayah.
Sebelum Jembatan Juanda dibangun, warga yang hendak menyeberang menuju pasar mengandalkan perahu eretan. Hal itu diungkapkan Haji Oing, sesepuh Kampung 200.
“Sebenarnya lokasi pasar lama berada di belakang gedung Polres Bekasi yang lama, kawasan yang dulu dikenal sebagai ‘tangsi’,” ungkap Haji Oing, merujuk pada sebutan lama kompleks kantor kepolisian tersebut.
Jembatan Juanda sendiri baru mulai berdiri setelah pembangunan Bendungan Bekasi selesai. Di era yang sama, tepatnya masa kepemimpinan Presiden Sukarno, akses menuju pasar pun semakin terbuka lebar dengan dibukanya Jalan Hasibuan.
Memasuki tahun 1980-an, seiring pembangunan kawasan pertokoan, Pasar Lama pun direlokasi ke lokasi yang lebih luas, yakni di depan Terminal Bekasi.
Di sanalah kemudian lahir Pasar Baru, yang kini menjadi penerus jejak panjang perputaran roda perekonomian warga Bekasi.


