Kondisi Air Menyusut Akibat Kemarau, Pembudidaya Ikan di Jatireja “Putar Otak”
Infobekasi.co.id – Musim kemarau mulai terasa dampaknya bagi pembudidaya ikan di Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Salah satu tambak ikan di wilayah itu kini mengalami penyusutan air seiring berkurangnya pasokan air akibat cuaca kering yang berlangsung.
Kondisi kolam yang semakin dangkal menjadi tantangan tersendiri. Air adalah faktor kunci untuk menjaga keberlangsungan hidup ikan, apalagi saat musim kemarau berlangsung cukup panjang.
Namun masih beruntung, ikan di tambak tersebut sudah dipanen sebelum dampak kekeringan semakin parah.
“Alhamdulillah, ikannya sudah dipanen sebelum kemarau,” ucap seorang pengelola tambak yang enggan disebutkan namanya, pada Senin (31/8/26).
Panen lebih awal itu ternyata langkah yang cukup menguntungkan. Dengan air yang terus menyusut, mempertahankan ikan di kolam tentu membutuhkan perhatian ekstra, terutama untuk menjaga ketersediaan sekaligus kualitas air.
Kondisi di Jatireja ini berlangsung di tengah musim kemarau 2026. BMKG memprediksi puncak kemarau terjadi pada Juli-September, sehingga sejumlah sektor yang bergantung pada air perlu meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi pun telah mengingatkan masyarakat untuk bersiap mengantisipasi potensi kekeringan.
Bagi pembudidaya ikan, kemarau bukan sekadar soal cuaca. Berkurangnya debit air bisa mengubah siklus budidaya, mulai dari penebaran benih hingga waktu panen.
Karena itu, pengaturan jadwal budidaya menjadi langkah penting untuk menyesuaikan dengan kondisi alam.
Meski ikan sudah dipanen, keberlanjutan budidaya berikutnya tetap bergantung pada ketersediaan air dan perkembangan cuaca ke depan.


