Skip to content

Usung Konsep Boarding School, 417 Siswa Bekasi Belajar di Sekolah Rakyat

Infobekasi.co.id – Sebanyak 417 anak dari keluarga kurang mampu menginjakkan kaki di Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi, berlokasi di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat. Di atas lahan seluas lima hektare dengan kesiapan sarana mencapai 90 persen.

Pada hari pertama masuk sekolah, para murid baru terutama jenjang Sekolah Dasar (SD) menjalani pengecekan kesehatan menyeluruh, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, kebersihan kuping, hingga pemeriksaan kemampuan baca tulis.

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menjelaskan seluruh 417 siswa terpilih disaring secara ketat melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dengan prioritas anak-anak yatim yang sebelumnya terancam kehilangan akses pendidikan formal.

“Kita mengacu pada data DTKS. Jadi insya Allah ini masih awal, dan ke depannya pasti akan bertambah banyak. Sekolah di sini dibentuk dan dibina karakternya. Jadi bukan berarti sekolah lalu bisa pulang tiap minggu, tidak seperti itu,” jelas Asep di lokasi, Senin (31/8/26).

Dari total 417 siswa, 237 orang berasal dari Kabupaten Bekasi (SD 57, SMP 90, SMA 90). Sebanyak 90 siswa pindahan dari Kota Bekasi (SD 30, SMP 30, SMA 30), dan 90 siswa lainnya merupakan pindahan dari Sekolah Rakyat rintisan Kota Bekasi (SD 12, SMA 78). Komposisi ini menghadirkan keberagaman dengan rasio 1:2 antara siswa lokal dan pendatang.

Dengan sistem boarding school dan jatah libur hanya tiga kali setahun, beberapa anak sempat merasa kaget dan berniat pulang.

Namun, pengelola siap membimbing dan merangkul mereka. Selain pelajaran akademis, seluruh siswa langsung diajarkan pola hidup mandiri dan sehat,  mulai dari mencuci pakaian sendiri, menjemur hingga kering, hingga menjaga kebersihan agar lingkungan asrama tetap kondusif dan terhindar dari penyakit.

“Anak-anak SD ini kan harus belajar mandiri mencuci sendiri dan mengurus keperluan sendiri. Cara menjaga kesehatan sangat penting, jangan sampai timbul penyakit seperti gatal-gatal. Mulai dari cara menjemur pakaian hingga memastikannya kering agar tidak menumpuk di kamar,” kata Asep.

Kesiapan sarana yang mencapai 90 persen diyakini akan semakin sempurna ke depannya. Pemkab Bekasi pun berkomitmen menjaga kualitas fasilitas yang ada.

“Tugas kita selanjutnya adalah mengawal pemeliharaannya,” pungkasnya.

(Ari/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *