Skip to content

Kontras Indah di Musim Kemarau: Bunga Lotus Mekar Subur di Situ Ceper Serangbaru

Infobekasi.co.id – Di tengah musim kemarau yang membuat debit air menyusut dan tanah mengering, pemandangan indah justru terpampang di Situ Ceper, Desa Sukasari, Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi.

Pesisir danau yang airnya kini dangkal itu dihiasi hamparan bunga lotus merah muda (Nelumbo nucifera) yang bermekaran lebat dan menawan.

Pemandangan memikat mata ini pun menarik perhatian warga sekitar maupun siapa saja yang melintas di wilayah tersebut. Orang kerap menyebutnya sebagai teratai, namun secara ilmiah tanaman ini adalah lotus atau seroja.

Perbedaannya jelas, lotus memiliki tangkai yang tegak dan bunga yang menjulang di atas permukaan air, berbeda dari teratai sejati yang daun dan bunganya mengapung di permukaan.

Mengapa justru mekar melimpah saat kemarau?. Secara alami, lotus adalah tanaman yang butuh sinar matahari penuh. Cahaya terik dan suhu hangat yang terjadi pada periode Mei-September menjadi pemicu utamanya.

Meski air danau menyusut, tanaman ini tidak kekurangan sumber daya karena memiliki akar rimpang yang tertanam dalam di dasar lumpur yang tetap lembap dan kaya nutrisi.

Lotus memiliki pola hidup yang teratur, mekar sejak pagi saat matahari terbit dan menutup kembali menjelang sore. Sebaliknya, saat hujan lebat atau cuaca dingin datang, Ia akan melambat pertumbuhannya dan beristirahat menyimpan cadangan energi di bawah tanah.

Keindahan ini bukan sekadar pemandangan cantik, melainkan bukti nyata bagaimana alam di sekitar kita mampu beradaptasi dan memanfaatkan kondisi cuaca ekstrem demi kelangsungan hidupnya sendiri.

(Ari/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *