Skip to content

Mensos Ungkap Siswa Sekolah Rakyat Ada yang Berlatar Belakang Korban Kekerasan hingga Putus Sekolah 5 Tahun

Infobekasi.co.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkapkan siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga rentan, termasuk korban kekerasan dan anak yang putus sekolah bahkan lebih dari lima tahun.

Hal itu ia sampaikan saat open house Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi yang digelar serentak di 182 titik di Indonesia, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Beragam latar belakang siswa membuat proses pembelajaran membutuhkan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis dan sosial mereka.

“Siswa sekolah rakyat ada yang sudah putus satu tahun, dua tahun, bahkan ada yang sudah putus lebih dari lima tahun,” kata Saifullah Yusuf.

Sebagian siswa korban KDRT dan kekerasan seksual membutuhkan rehabilitasi dan pendampingan psikososial melalui kurikulum Sekolah Rakyat yang menggabungkan edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan.

“Kita memang memerlukan suatu pendekatan yang utuh dan penuh empati,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SRMA 13 Kota Bekasi, Lastri Fajarwati mengatakan, sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, seperti pekerja rumah tangga, pemulung, pengemudi ojek online (ojol), hingga pedagang keliling.

Bahkan, beberapa siswa merupakan yatim piatu yang menjalani kehidupan dan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Sejumlah siswa merupakan korban kekerasan mendapat pendampingan serta rehabilitasi dari psikolog, psikiater, KPAD, dan Dinas Sosial Kota Bekasi.

“Sehingga mereka bisa bangkit dan bisa mengikuti pembelajaran dengan penuh percaya diri kembali,” kata Lastry. (Fahmi/dpr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *