Skip to content

Dugaan Penipuan Loker, Pelamar Diminta Bayar Biaya Administrasi hingga Seragam

Infobekasi.co.id – Dugaan penipuan berkedok lowongan pekerjaan terjadi di kawasan  Jalan Kalimalang, Bekasi Barat. Sejumlah pencari kerja mengaku diminta menyetorkan uang dengan alasan biaya administrasi hingga perlengkapan kerja.

Peristiwa tersebut dibagikan melalui akun Threads @majelisnetizen. Dalam unggahan itu, diceritakan pengalaman sejumlah pelamar yang merasa curiga setelah diminta membayar sejumlah uang saat mengikuti proses perekrutan.

Salah seorang pelamar mengaku diminta membayar Rp100 ribu untuk keperluan administrasi, pulsa, dan perlengkapan. Uang tersebut dijanjikan akan dikembalikan setelah dirinya bekerja selama tiga bulan.

“Di sana tidak ada nama PT-nya. saya diminta membayar uang administrasi untuk pulsa dan perlengkapan. Katanya, uang itu akan dikembalikan setelah saya bekerja selama tiga bulan,” ungkap pelamar tersebut.

Ia mengaku sempat menolak karena tidak memiliki uang. Namun, pihak yang menawarkan pekerjaan terus mendesaknya untuk mencari bantuan dari kerabat.

“Saya bilang tidak punya uang. Mereka tanya uang yang ada sekarang berapa. Saya jawab di bawah Rp100 ribu. Saya bahkan diminta menelepon kerabat untuk meminta bantuan,” tuturnya.

Karena terus didesak, pelamar tersebut akhirnya menyerahkan uang Rp100 ribu. Setelah itu, ia diminta kembali untuk bertemu seseorang bernama Alex. Namun, kecurigaan muncul setelah bertemu dengan pelamar lain yang mengaku mendapat informasi berbeda mengenai nama perusahaan.

Pengalaman serupa dialami pelamar lainnya. Ia mengaku awalnya mendapat penjelasan bahwa proses perekrutan tidak dipungut biaya. Namun, setelah dijelaskan mengenai gaji, ia justru diminta membayar uang muka seragam sebesar Rp1,3 juta.

“Awalnya kami dijelaskan oleh bagian administrasi bahwa prosesnya gratis, tidak ada biaya apa pun. Kemudian kami dijelaskan soal gaji. Selama tiga bulan, gaji pokoknya Rp4,8 juta sampai Rp5,8 juta. Namun, kami justru diminta membayar uang muka untuk seragam sebesar Rp1,3 juta,” ungkapnya.

Pelamar tersebut mengaku menolak karena tidak membawa uang sebanyak itu. Bahkan, saat ditanya berapa uang yang dimiliki, ia hanya mempunyai Rp50 ribu untuk ongkos pulang.

“Mereka juga bertanya, uang yang saya punya berapa. Saya bilang hanya ada Rp50 ribu. Mereka menjawab tidak apa-apa, Rp50 ribu juga boleh. Padahal uang itu untuk ongkos pulang,” tuturnya.

Ia sempat meminta agar biaya seragam dipotong dari gaji setelah bekerja. Namun, permintaan tersebut ditolak karena pihak perekrut tetap mengharuskan adanya uang muka. Pelamar itu juga dijanjikan uang tersebut akan dikembalikan setelah empat bulan bekerja.

Pengalaman tersebut membuat para pelamar curiga terhadap proses perekrutan di lokasi tersebut. Mereka mengingatkan pencari kerja lainnya agar lebih berhati-hati dan memastikan identitas perusahaan sebelum menyerahkan uang maupun dokumen pribadi.

#infobekasi #Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *